Bantul manfaatkan lahan bekas tambak untuk pertanian
Sabtu, 23 Januari 2016 19:00 WIB
ilustrasi (Foto Antara/Mamiek/ags/14)
Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ingin memanfaatkan lahan bekas tambak udang di kawasan pesisir selatan daerah ini untuk budi daya pertanian pangan.
"Dulu ada pertanian lahan pasir yang sekarang dibuat menjadi tambak-tambak, kalau kami `oke` saja, jika bekas tambak dikembalikan seperti semula (lahan pertanian)," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Partogi Dame Pakpahan di Bantul, Sabtu.
Menurut dia, lahan pasir di pesisir selatan Bantul yang meliputi tiga kecamatan yaitu Kretek, Sanden dan Srandakan dulu dimanfaatkan petani untuk pertanian, namun, beberapa tahun ini sebagian besar lahan pasir berubah fungsi menjadi tambak udang.
Akan tetapi, kata dia, ratusan kolam tambak udang yang dikembangkan masyarakat dengan dukungan para pemodal hampir seluruhnya mangkrak karena hasil panen tidak menjanjikan akibat kualitas lahan tidak sehat.
"Sekarang itu kan (tambak udang) pada mangkrak, makanya kami ingin membuat sawah lagi di lahan bekas, memang sulit (untuk pertanian), akan tetapi bisa kita olah bagaimanapun caranya," kata Partogi.
Ia mengatakan, upaya untuk mengolah lahan bekas tambak udang agar bisa kembali ditanami memang tidak mudah dan butuh proses panjang, sebab kualitas lahan sudah rusak akibat pengolahan tambak yang tidak ramah lingkungan.
"Kandungan kimianya di lahan kita harus ikat, kemudian membiarkan lahan setelah diolah dengan cara diberi pupuk kandang, gambarannya seperti itu, untuk jangka waktu paling cepat enam bulan selesai," katanya.
Mengenai keinginan memanfaatkan lahan bekas tambak atau mengembalikan fungsi seperti semula ini, menurutnya belum dikomunikasikan secara intens dengan petani, sebab pihaknya masih perlu melakukan pendekatan dengan petambak.
"Ini masih sebatas omong-omong dengan masyarakat, karena memang ada keinginan mereka untuk menanam kembali jadi tanaman pertanian, tetapi ada yang tetap ingin pertahankan jadi tambak," katanya.
KR-HRI
"Dulu ada pertanian lahan pasir yang sekarang dibuat menjadi tambak-tambak, kalau kami `oke` saja, jika bekas tambak dikembalikan seperti semula (lahan pertanian)," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Partogi Dame Pakpahan di Bantul, Sabtu.
Menurut dia, lahan pasir di pesisir selatan Bantul yang meliputi tiga kecamatan yaitu Kretek, Sanden dan Srandakan dulu dimanfaatkan petani untuk pertanian, namun, beberapa tahun ini sebagian besar lahan pasir berubah fungsi menjadi tambak udang.
Akan tetapi, kata dia, ratusan kolam tambak udang yang dikembangkan masyarakat dengan dukungan para pemodal hampir seluruhnya mangkrak karena hasil panen tidak menjanjikan akibat kualitas lahan tidak sehat.
"Sekarang itu kan (tambak udang) pada mangkrak, makanya kami ingin membuat sawah lagi di lahan bekas, memang sulit (untuk pertanian), akan tetapi bisa kita olah bagaimanapun caranya," kata Partogi.
Ia mengatakan, upaya untuk mengolah lahan bekas tambak udang agar bisa kembali ditanami memang tidak mudah dan butuh proses panjang, sebab kualitas lahan sudah rusak akibat pengolahan tambak yang tidak ramah lingkungan.
"Kandungan kimianya di lahan kita harus ikat, kemudian membiarkan lahan setelah diolah dengan cara diberi pupuk kandang, gambarannya seperti itu, untuk jangka waktu paling cepat enam bulan selesai," katanya.
Mengenai keinginan memanfaatkan lahan bekas tambak atau mengembalikan fungsi seperti semula ini, menurutnya belum dikomunikasikan secara intens dengan petani, sebab pihaknya masih perlu melakukan pendekatan dengan petambak.
"Ini masih sebatas omong-omong dengan masyarakat, karena memang ada keinginan mereka untuk menanam kembali jadi tanaman pertanian, tetapi ada yang tetap ingin pertahankan jadi tambak," katanya.
KR-HRI
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor : Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKP menyiapkan strategi memperluas akses pasar produk perikanan pada 2026
16 February 2026 20:33 WIB
KKP swbut ekspor hasil perikanan hingga Oktober mencapai 5,07 miliar dolar AS
11 December 2025 19:24 WIB
Sebanyak 5,7 ton udang terkontaminasi Cs-137 dimusnahkan untuk keamanan pangan
17 November 2025 7:15 WIB