DPRD minta Pemda serius perhatikan TPST Piyungan
Kamis, 12 April 2018 16:09 WIB
TPST Piyungan, Bantul, Yogyakarta. (Foto Antara)
Bantul (Antaranews Jogja) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah daerah setempat serius memerhatikan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Piyungan agar tidak berdampak terhadap warga.
"Pemerintah harus lebih serius memerhatikan keberadaan TPST Piyungan, meski itu domain Pemda DIY, namun pemda Bantul bisa lebih proaktif, karena yang merasakan dampaknya adalah warga daerag kita," kata anggota DPRD Bantul Setiya di Bantul, Kamis.
Menurut dia, perlunya pemda serius memerhatikan TPST Piyungan yang merupakan tempat pembuangan akhir sampah dari Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul itu karena keberadaannya makin hari semakin dikeluhkan warga setempat.
Hal itu, kata dia, karena bau tidak sedap yang dirasakan warga semakin jauh dari lokasi, kemudian kualitas airnya juga dikeluhkan warga, termasuk warga di sekitar jalan akses menuju TPA yang setiap hari dilalui puluhan truk sampah.
Bahkan, menurut dia, laporan yang diterima warga yang tinggal di jalan Pleret mengeluhkan setiap hari truk sampah lewat terkadang ada sampah yang jatuh ke jalan dan menimbulkan bau sampah sampai ke rumahnya yang jaraknya sekitar empat kilometer.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar Bupati menerjunkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terjun ke lapangan, seperti Dinas Lingkungan Hidup bisa melakukan uji tingkat pencemaran baik udara dan air.
"Kemudian Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan bisa melakukan cek atas kebersihan dan kesehatan sapi-sapi yang ada di TPA sampah dan memastikan sehat dan layak konsumsi bila nantinya disembelih," katanya.
Anggota Komisi B DPRD Bantul ini juga mengharapkan pengelolaan TPST Piyungan oleh Pemda DIY bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan manajemen dan teknologi tinggi, yang lebih ramah lingkungan, baik fisik maupun sosial.
"Saya yakin, Pemda DIY punya pakar yang mencukupi untuk kita bisa memiliki pengolahan sampah yang bagus serta tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari air dan elemen lingkungan lain," kata anggota DPRD dari Dapil Banguntapan dan Piyungan ini.
Ia mengatakan, Pemda DIY juga mempunyai anggaran yang cukup untuk mengeksekusi hal tersebut, sehingga yang diperlukan tinggal kemauan saja, mengingat masalah sampah tersebut, semakin hari akan makin besar.
"Artinya kalau kita gagal mengelola sejak hari ini, bisa-bisa kita menyimpan `bom waktu`, di banyak negara, sampah bahkan sudah dikelola menjadi sumber energi. Jadi sampah tidak lagi masalah, namun justru menjadi berkah," katanya.
"Pemerintah harus lebih serius memerhatikan keberadaan TPST Piyungan, meski itu domain Pemda DIY, namun pemda Bantul bisa lebih proaktif, karena yang merasakan dampaknya adalah warga daerag kita," kata anggota DPRD Bantul Setiya di Bantul, Kamis.
Menurut dia, perlunya pemda serius memerhatikan TPST Piyungan yang merupakan tempat pembuangan akhir sampah dari Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul itu karena keberadaannya makin hari semakin dikeluhkan warga setempat.
Hal itu, kata dia, karena bau tidak sedap yang dirasakan warga semakin jauh dari lokasi, kemudian kualitas airnya juga dikeluhkan warga, termasuk warga di sekitar jalan akses menuju TPA yang setiap hari dilalui puluhan truk sampah.
Bahkan, menurut dia, laporan yang diterima warga yang tinggal di jalan Pleret mengeluhkan setiap hari truk sampah lewat terkadang ada sampah yang jatuh ke jalan dan menimbulkan bau sampah sampai ke rumahnya yang jaraknya sekitar empat kilometer.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar Bupati menerjunkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terjun ke lapangan, seperti Dinas Lingkungan Hidup bisa melakukan uji tingkat pencemaran baik udara dan air.
"Kemudian Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan bisa melakukan cek atas kebersihan dan kesehatan sapi-sapi yang ada di TPA sampah dan memastikan sehat dan layak konsumsi bila nantinya disembelih," katanya.
Anggota Komisi B DPRD Bantul ini juga mengharapkan pengelolaan TPST Piyungan oleh Pemda DIY bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan manajemen dan teknologi tinggi, yang lebih ramah lingkungan, baik fisik maupun sosial.
"Saya yakin, Pemda DIY punya pakar yang mencukupi untuk kita bisa memiliki pengolahan sampah yang bagus serta tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari air dan elemen lingkungan lain," kata anggota DPRD dari Dapil Banguntapan dan Piyungan ini.
Ia mengatakan, Pemda DIY juga mempunyai anggaran yang cukup untuk mengeksekusi hal tersebut, sehingga yang diperlukan tinggal kemauan saja, mengingat masalah sampah tersebut, semakin hari akan makin besar.
"Artinya kalau kita gagal mengelola sejak hari ini, bisa-bisa kita menyimpan `bom waktu`, di banyak negara, sampah bahkan sudah dikelola menjadi sumber energi. Jadi sampah tidak lagi masalah, namun justru menjadi berkah," katanya.
Pewarta : Heri Sidik
Editor : Agus Priyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sultan HB X izinkan sampah Kota Yogyakarta ke TPST Piyungan hingga akhir 2025
17 September 2025 18:55 WIB, 2025
Pemkab Bantul bertekad tidak lagi membuang sampah ke TPST Piyungan
07 September 2025 12:58 WIB, 2025
Pemprov DIY mengantisipasi penumpukan sampah pada arus mudik Lebaran 2024
01 April 2024 18:38 WIB, 2024
Pemkab Bantul tetap kelola sampah mandiri meski TPST Piyungan dibuka
05 September 2023 10:03 WIB, 2023
Pemkab Bantul arahkan sistem pengelolaan sampah selesai di tingkat desa
04 September 2023 19:54 WIB, 2023
Pemkab Bantul libatkan linmas jaga wilayah dari pembuangan sampah liar
11 August 2023 8:56 WIB, 2023
Pemkab Bantul anjurkan masyarakat membuat "jugangan" tanam sampah organik
25 July 2023 15:10 WIB, 2023
Pemkab Bantul optimalkan TPST desa sikapi penutupan TPA regional Piyungan
23 July 2023 15:35 WIB, 2023