Perajin Kulon Progo ekspor produk serat alam ke AS
Selasa, 3 Desember 2019 12:59 WIB
Perajian serat alam di Kabupaten Kulon Progo memproduksi pelepah pisang menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi. Kerajian pelepah pisang diekspor ke Amerika Serikat. ANTARA/Sutarmi
Kulon Progo (ANTARA) - Perajin serat alam di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengekspor produk serat alam dari pelepah pisang ke pasar di Amerika Serikat (AS).
Pemilik Thiwuk Craft Desa Sukoreno, Arif di Kulon Progo, Selasa, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan serat alam di Kabupaten Bantul.
"Kami membuat kerajinan berdasarkan permintaan dari perusahaan yang bekerja sama dengan kami. Produk kerajinan serat alam paling banyak dijual ke Amerika," kata Arif.
Ia mengatakan produk kerajinan yang diproduksi berbahan baku pelepah pisang. Adapun produk yang dihasilkan mulai dari keranjang, kursi hingga tas tangan. Ia mendatangkan serat pelepah pisang dari Jawa Timur.
"Kerajinan dari serat pelepah pisang ini sangat diminati pasar di Amerika, khususnya kerajinan pelepah pisang. Keranjang ini digunakan untuk tempat pakaian hingga tempat pot tanaman," katanya.
Meski permintaan tinggi, Arif mengaku tidak berani ekspor sendiri. Ia mengaku lebih tenang dengan pihak ketiga untuk mengekspor produk kerajinannya.
Ia mengakui pihaknya sudah mendapat bimbingan teknis soal bagaimana cara mengekspor dari Dinas Perdagangan Kulon Progo. Adanya Bandara Internasional Yogyakarta membuka peluang seluas-luasnya bagi perajin untuk mengekspor langsung kerajinan yang mereka produksi.
"Kami sudah mendapat bimbingan cara ekspor dan mekanismenya. Tapi sementara ini, kami masih nyaman bekerja sama dengan pihak ketiga," katanya.
Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono mengatakan Pemkab Kulon Progo memberikan kemudahan proses perizinan yang telah ada saat ini. Ia mengharapkan dapat meningkatkan nilai investasi sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.
"Kami juga memberikan kemudahan perizinan meningkatkan ekspor produk lokal," kata Bambang Tri.
Pemilik Thiwuk Craft Desa Sukoreno, Arif di Kulon Progo, Selasa, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan serat alam di Kabupaten Bantul.
"Kami membuat kerajinan berdasarkan permintaan dari perusahaan yang bekerja sama dengan kami. Produk kerajinan serat alam paling banyak dijual ke Amerika," kata Arif.
Ia mengatakan produk kerajinan yang diproduksi berbahan baku pelepah pisang. Adapun produk yang dihasilkan mulai dari keranjang, kursi hingga tas tangan. Ia mendatangkan serat pelepah pisang dari Jawa Timur.
"Kerajinan dari serat pelepah pisang ini sangat diminati pasar di Amerika, khususnya kerajinan pelepah pisang. Keranjang ini digunakan untuk tempat pakaian hingga tempat pot tanaman," katanya.
Meski permintaan tinggi, Arif mengaku tidak berani ekspor sendiri. Ia mengaku lebih tenang dengan pihak ketiga untuk mengekspor produk kerajinannya.
Ia mengakui pihaknya sudah mendapat bimbingan teknis soal bagaimana cara mengekspor dari Dinas Perdagangan Kulon Progo. Adanya Bandara Internasional Yogyakarta membuka peluang seluas-luasnya bagi perajin untuk mengekspor langsung kerajinan yang mereka produksi.
"Kami sudah mendapat bimbingan cara ekspor dan mekanismenya. Tapi sementara ini, kami masih nyaman bekerja sama dengan pihak ketiga," katanya.
Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono mengatakan Pemkab Kulon Progo memberikan kemudahan proses perizinan yang telah ada saat ini. Ia mengharapkan dapat meningkatkan nilai investasi sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.
"Kami juga memberikan kemudahan perizinan meningkatkan ekspor produk lokal," kata Bambang Tri.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indosat, Arsari Group, dan Northstar Group bentuk platform serat optik digital
29 December 2025 19:11 WIB
Sultan HB X serahkan 222 "serat palilah", warga Sleman bisa manfaatkan tanah tapi tidak bisa dijual
11 February 2025 17:03 WIB, 2025
Lenzing, Austria, berinvestasi Rp2 triliun kembangkan serat ramah lingkungan
22 September 2023 5:48 WIB, 2023
Terpopuler - Kulon Progo
Lihat Juga
Jajaran Rutan Kelas IIB Wates berkomitmen wujudkan lingkungan rutan steril dari narkoba
08 May 2026 12:20 WIB
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB