Pemkot: Vaksinasi penguat kedua di Yogyakarta tidak dibatasi asal kependudukan
Senin, 30 Januari 2023 18:42 WIB
Vaksinasi untuk pelajar di Kota Yogyakarta yang dilakukan di sentra vaksinasi PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Selasa (24/8/21). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Yogyakarta)
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menyebut layanan vaksinasi COVID-19 dosis penguat kedua untuk masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas tidak akan dibatasi dengan asal kependudukan.
"Layanan tidak hanya akan diberikan untuk warga Kota Yogyakarta saja tetapi untuk warga secara umum tanpa dibedakan asal kependudukan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya di Yogyakarta, Senin.
Dia menjelaskan Kota Yogyakarta sudah memiliki pengalaman yang menjadi praktik baik pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sehingga menjadi dasar yang baik untuk pelayanan selanjutnya, salah satunya memberikan pelayanan kepada semua warga tanpa membatasi asal kependudukan.
Ia berharap, pemerintah daerah sudah bisa menyampaikan informasi secara terbuka ke masyarakat terkait dengan pelaksanaan vaksinasi saat sistem pencatatan vaksinasi penguat kedua sudah siap.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kepastian mengenai mekanisme pencatatan vaksinasi 'booster' (penguat) kedua sehingga bisa langsung terekam di aplikasi PeduliLindungi yang sudah dimiliki masyarakat," katanya.
Aman menambahkan kepastian mengenai sistem pencatatan vaksinasi hingga penerbitan sertifikat vaksinasi agar bisa diakses melalui aplikasi PeduliLindungi sebagai penting.
"Bisa saja sertifikat vaksinasi hingga 'booster' kedua ini dibutuhkan untuk syarat perjalanan atau kebutuhan lainnya. Jadi pencatatan sangat penting," katanya.
Ia memastikan layanan vaksinasi segera dibuka jika sudah ada kepastian mengenai sistem pencatatan vaksinasi.
"Sekarang layanan 'booster' kedua juga terus diberikan untuk lansia dan tenaga kesehatan," katanya.
Hingga akhir 2022, cakupan vaksinasi dosis pertama di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 200 persen, sedangkan dosis kedua mencapai sekitar 196 persen.
Cakupan vaksinasi penguat pertama mencapai sekitar 121 persen dan vaksinasi penguat kedua yang baru diberikan untuk tenaga kesehatan dan lansia mencapai sekitar 24,7 persen.
"Layanan tidak hanya akan diberikan untuk warga Kota Yogyakarta saja tetapi untuk warga secara umum tanpa dibedakan asal kependudukan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya di Yogyakarta, Senin.
Dia menjelaskan Kota Yogyakarta sudah memiliki pengalaman yang menjadi praktik baik pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sehingga menjadi dasar yang baik untuk pelayanan selanjutnya, salah satunya memberikan pelayanan kepada semua warga tanpa membatasi asal kependudukan.
Ia berharap, pemerintah daerah sudah bisa menyampaikan informasi secara terbuka ke masyarakat terkait dengan pelaksanaan vaksinasi saat sistem pencatatan vaksinasi penguat kedua sudah siap.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kepastian mengenai mekanisme pencatatan vaksinasi 'booster' (penguat) kedua sehingga bisa langsung terekam di aplikasi PeduliLindungi yang sudah dimiliki masyarakat," katanya.
Aman menambahkan kepastian mengenai sistem pencatatan vaksinasi hingga penerbitan sertifikat vaksinasi agar bisa diakses melalui aplikasi PeduliLindungi sebagai penting.
"Bisa saja sertifikat vaksinasi hingga 'booster' kedua ini dibutuhkan untuk syarat perjalanan atau kebutuhan lainnya. Jadi pencatatan sangat penting," katanya.
Ia memastikan layanan vaksinasi segera dibuka jika sudah ada kepastian mengenai sistem pencatatan vaksinasi.
"Sekarang layanan 'booster' kedua juga terus diberikan untuk lansia dan tenaga kesehatan," katanya.
Hingga akhir 2022, cakupan vaksinasi dosis pertama di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 200 persen, sedangkan dosis kedua mencapai sekitar 196 persen.
Cakupan vaksinasi penguat pertama mencapai sekitar 121 persen dan vaksinasi penguat kedua yang baru diberikan untuk tenaga kesehatan dan lansia mencapai sekitar 24,7 persen.
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Percepat capaian vaksinasi PMK, DP3 Sleman intensifkan "Booster Day"
14 February 2025 11:50 WIB, 2025
Terpopuler - Yogyakarta
Lihat Juga
Yogyakarta Art Book Fair 2026 menghadirkan 43 exhibitor dari dalam dan luar negeri
08 May 2026 21:11 WIB
TPID Yogyakarta memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha
08 May 2026 19:48 WIB