Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan ketersediaan komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi.

"Untuk ketahanan pangan kita berada di rentang waktu satu setengah sampai dua bulan ke depan masih aman," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, untuk ketersediaan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), pasokan lancar dan stok di Bulog melimpah, sehingga dijamin tersedia.

Meski demikian, dari hasil pemantauan, ia menyebutkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

Harga cabai rawit merah, kata dia, tercatat sekitar Rp84 ribu per kilogram (kg), daging ayam ras Rp40 ribu per kg, dan telur ayam ras Rp30 ribu per kg.

Harga ikan bandeng naik menjadi sekitar Rp45 ribu per kg dan ikan tongkol Rp46 ribu per kg dipicu momentum perayaan Tahun Baru Imlek.

Menurut Vero, harga cabai merah keriting diperkirakan kembali naik menjelang akhir Ramadhan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Harga daging ayam ras juga biasanya melonjak pada H-3 lebaran sehingga pihaknya telah berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan pasokan di lapangan.

"Ini kami mewaspadai itu. Tetapi sudah kami kondisikan di lapangan dan komunikasi dengan teman-teman di sana untuk menjaga ketersediaannya," ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Pemkot Yogyakarta bersama Pemda DIY menggelar operasi pasar pada Januari-Februari 2026 dengan menyalurkan 18 ton komoditas, meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah dan bawang putih.

Selain itu, melalui operasi pasar telur ayam ras bersama Bank Indonesia telah disalurkan sekitar 4 ton di Pasar Beringharjo dan Pasar Prawirotaman, Kota Yogyakarta.

Pemkot Yogyakarta bersama Bulog DIY juga menggelar pasar murah di 14 kemantren pada 6-27 Februari 2026.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Yogyakarta pastikan stok pangan aman hingga Lebaran 2026