Yogyakarta (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut penanganan stunting tetap menjadi prioritas utama di provinsi ini, karena merupakan investasi dalam menyiapkan generasi masa depan.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mohamad Iqbal Apriansyah setelah audiensi dengan Wakil Gubernur (Wagub) DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat, mengatakan persoalan stunting bukan sekadar urusan administratif, melainkan investasi jangka panjang bangsa.

"Pesan Pak Wagub selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) DIY sangat tegas, stunting tetap menjadi prioritas. Ini bukan hanya soal program, tapi bagaimana kita menyiapkan generasi berikutnya agar siap bersaing di masa depan," katanya.

Oleh karena itu, Iqbal yang datang untuk berpamitan kepada Wagub DIY atas berakhirnya masa tugas di DIY dan bergeser ke Palangka Raya memastikan penanganan stunting tetap menjadi prioritas utama, meski terjadi transisi kepemimpinan di lingkungan perwakilan BKKBN.

"Prioritas tersebut sebagai mandat penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Dia mengatakan setelah bertugas selama kurang lebih 16 bulan di DIY, keberhasilan penekanan angka stunting berjalan cukup baik. Hal ini karena didorong oleh kuatnya iklim gotong-royong lintas instansi di lingkungan Pemda DIY.

Menurut dia, koordinasi antar-daerah di DIY memiliki ikatan kekeluargaan yang erat, sehingga program intervensi gizi dapat berjalan selaras.

"Kami betul-betul merasakan semangat bahwa satu program harus dikerjakan bersama-sama. Nilai-nilai Yogyakarta yang penuh sopan santun dan kerja sama inilah yang menjadi modal kuat dalam membangun program kependudukan," katanya.

Pihaknya berharap estafet penanganan stunting di DIY terus terjaga, karena bekerja di DIY merupakan kemuliaan, karena bisa bersentuhan langsung dengan program-program kemasyarakatan yang berdampak pada kualitas hidup manusia.

"Pak Wagub berpesan agar tetap menjaga kesehatan dan semangat. Di mana pun kita berada, kerja keras untuk masyarakat pasti akan membawa hikmah," katanya.