Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mempercepat adaptasi digitalisasi pasar rakyat bagi kalangan pedagang, salah satunya dengan meningkatkan transaksi ekonomi pasar rakyat melalui pembayaran digital atau dengan aplikasi nontunai.
"Hari ini masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Wisatawan juga datang dengan pola belanja yang semakin modern. Maka pasar rakyat tidak boleh tertinggal," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Dedi Budiono dalam keterangan di Yogyakarta, Rabu.
Upaya mendorong percepatan digitalisasi pasar rakyat melalui program Beringharjo Great Sale (BGS) dengan menggandeng lembaga bank di sejumlah pasar rakyat Kota Yogyakarta selama empat bulan sejak Desember 2025 sampai akhir April 2026.
Dedi mengatakan, digitalisasi pasar rakyat menjadi kebutuhan agar pasar tradisional tersebut mampu mengikuti perkembangan pola konsumsi masyarakat dan wisatawan.
"Pasar rakyat harus tetap mempertahankan keramahan dan kekhasannya, tetapi pada saat yang sama juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman," katanya.
Dia mengatakan, rata-rata pertumbuhan transaksi nontunai selama periode kegiatan tersebut yang dilaksanakan melalui kode batang QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mencapai 26,65 persen.
Selain itu, estimasi transaksi non tunai secara keseluruhan di pasar rakyat yang terlibat dalam program itu rata-rata sebesar Rp14,9 miliar per bulan atau hampir Rp60 miliar selama empat bulan pelaksanaan.
"Angka Ini bukan hanya menunjukkan peningkatan transaksi. Namun, menunjukkan pedagang pasar rakyat mampu beradaptasi. Pembeli juga semakin siap menggunakan transaksi digital. Artinya, pasar rakyat kita memiliki daya tumbuh yang kuat," katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan Beringharjo Great Sale selain melibatkan pedagang Pasar Beringharjo, juga diikuti pasar rakyat lainnya yaitu Pasar Kranggan, Pasar Ngasem, Pasar Prawirotaman dan PASTY.
"Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempercepat adaptasi digitalisasi pasar di kalangan pedagang dan mendorong penggunaan transaksi digital secara luas oleh masyarakat," katanya.