Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Omzet tas batik di Kharisma Batik Sukoponco, Desa Sukoreno, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat hingga 30 persen menjelang libur Lebaran.
"Kenaikannya sudah sangat terasa sekali. Permintaan setiap minggunya mengalami peningkatan, dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kenaikannya lebih dari 30 persen," kata pemilik rumah produksi Kharisma Batik Sukoponco, Supriyanto di Sentolo, Jumat.
Pangsa pasar tas batik hasil produksinya, lanjut Supriyanto, dipasarkan di Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Riau dan Bali. Semakin tingginya jumlah permintaan tas batik karena harganya yang murah yakni berkisar Rp15.000 per potongnya.
"Harganya tergolong murah dan bersaing dengan perajin tas batik lainnya. Selain itu, kami memberikan hasil kerajinan dengan kualitas bagus, dengan harapan pelanggan puas dan membeli lagi," kata Supriyanto.
Ia mengatakan, usaha kerajinan batik dirintisnya sejak 2008. Setiap hari mampu memproduksi sedikitnya 200 potong tas. Namun, dirinya membuat 500 pola batik untuk dibuat sebagai dasar pembuatan tas.
"Untuk pengerjaan tas batik ini melibatkan 100 ibu rumah tangga. Sistem pengerjaan atau proses menjahitnya dikerjakan di rumah masing-masing atau industri rumah tangga," kata dia.
Kendala yang dihadapi untuk memajukan industri tas batiknya, kata Supriyanto, kurangnya promosi dan alat-alat untuk menjahit dan membuat pola.
"Kalau modal tidak ada masalah. Prinsipnya, kami menjual tas batik, ada uang ada barang. Sehingga modal terus berputar," ujarnya.
Terkait bahan baku, kata dia, dipasok dari Pekalongan dan Solo, Jawa Tengah. Sedangkan yang melatarbelakangi usaha tas batik yakni memberdayakan ibu rumah tangga dan mengubah limbah konveksi menjadi benda yang memiliki nilai jual tinggi.
"Kami juga memberikan tempat khusus kepada perajin batik, karena merekalah ujung tombak bisnis tas yang saya jalankan. Tanpa mereka, bisnis batik ini tidak berjalan dengan baik. Saya juga berharap, ibu rumah tangga semakin sejahtera dengan adanya industri rumah tangga batik," kata dia.
(KR-STR)
Omzet tas batik meningkat hingga 30 persen
Berbagai jenis tas batik (Foto sissydante.wordpress.com)
