Logo Header Antaranews Jogja

Produksi ikan Depok belum cukupi kebutuhan pasar

Kamis, 9 Agustus 2012 18:59 WIB
Image Print
Ikan tangkapan nelayan Depok, Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Produksi ikan di tempat pelelangan ikan Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mampu mencukupi kebutuhan pasar ikan setempat per tahun.

Ketua tempat pelelangan ikan (TPI) II Mina Bahari pantai Depok, Bantul, Daryono, Kamis, mengatakan bahwa produksi ikan di TPI yang berasal dari tangkapan nelayan setempat per tahunnya antara 70 hingga 80 ton ikan.

"Tahun lalu produksi ikan kita sebanyak 73 ton, produksi itu masih jauh dari kebutuhan pasar, karena kebutuhan pasar pada tahun lalu mencapai 400 ton ikan," katanya.

Menurut dia, selama ini untuk mencukupi kebutuhan pasar ikan, TPI pantai Depok mendatangkan pasokan ikan dari pantai utara (Pantura), terutama cumi, udang, kakap putih dan merah, bawal hitam, surung, dan ikan tengiri.

"Kalau produksi kita kan berdasarkan hasil tangkapan nelayan sini, jelas jenis ikannya kurang lengkap, seperti udang dan cumi kita jarang ada, padahal jenis itu banyak diminati masyarakat," katanya.

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan ikan yang sebanyak 400 ton pertahun tersebut pasar ikan Depok mendapat pasokan ikan setiap hari langsung ke bakul, rata-rata per hari satu ton saat hari biasa, namun kalau puasa seperti ini hanya setengahnya.

"Saat-saat hasil tangkapan nelayan banyak pun, kita tetap membutuhkan pasokan ikan, apalagi musim paceklik ikan seperti ini," katanya.

Pantai Depok terkenal dengan wisata kulinernya, dan pada saat libur sekolah dan hari raya pantai Depok dipadati wisatawan serta warung aneka masakan ikan laut juga diserbu wisatawan.

"Kalau warung kuliner di kawasan pantai Depok ada sekitar 50an, kebutuhan tiap warung beda-beda, kalau secara keseluruhan kebutuhan ikan per hari bisa satu hingga 1,5 ton, namun kalau hari libur bisa lebih," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026