Sleman (ANTARA Jogja) - Persediaan premium di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diperkirakan akan habis pada 23 Desember, memperoleh tambahan dari Pertamina sehingga bisa mencukupi kebutuhan konsumen hingga akhir tahun ini.
"Selama 2012 Kabupaten Sleman memperoleh kuota premium sebanyak 202.000 kiloliter, dan kuota ini kami prediksikan akan habis pada 23 Desember, sehingga kami mengajukan permohonan tambahan ke Pertamina pusat," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral Sleman Widi Sutikno, Sabtu.
Menurut dia, Pertamina pusat mengabulkan permohonan itu, sehingga Kabupaten Sleman mendapat tambahan premium sebanyak 4.267 kiloliter, dan solar memperoleh tambahan 705 kiloliter.
"Dengan adanya tambahan pasokan premium dan solar tersebut, maka kami perkirakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) ini bisa mencukupi hingga akhir 2012," katanya.
Ia mengatakan dasar pengajuan permohonan penambahan premium dan solar tersebut adalah Sleman merupakan daerah tujuan wisata yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah.
"Sehingga, pada masa libur akhir tahun seperti sekarang akan terjadi peningkatan yang signifikan jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke wilayah ini," katanya.
Menurut dia, untuk menghindari terjadinya kelangkaan atau kekosongan persediaan BBM, pihaknya mengajukan permohonan penambahan BBM untuk stok.
Widi mengatakan tambahan pasokan premium maupun solar itu, akan didistribusikan kepada 35 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Sleman.
"Jika nanti masih terjadi kekurangan, kami akan meminta bantuan dari wilayah-wilayah lain, misalnya dari Kabupaten Gunung Kidul atau Bantul, itu pun jika masih ada," katanya.
Ia mengatakan sebenarnya kebutuhan terhadap BBM ini tidak akan sampai kolaps, karena selain premium, saat ini masih tersedia pertamax dalam jumlah yang cukup.
"Memang pertamax harganya jauh lebih mahal, namun ini bisa sebagai antisipasi jika terjadi kekosongan premium," katanya.
(V001)
Sleman peroleh tambahan stok premium
Ilustrasi SPBU (Foto ANTARA/Noveradika)
