Logo Header Antaranews Jogja

SAK Kulon Progo sumbang PAD Rp1,2 miliar

Selasa, 21 Mei 2013 21:05 WIB
Image Print
Kantor Pemerintah Kabupaten Kulon Progo (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Perusahaan daerah PT Selo Adi Karto atau SAK milik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyumbang pendapatan asli daerah sebesar Rp1,2 miliar.

Direktur Utama PT SAK Made Indra Putra di Kulon Progo, Selasa, mengatakan PT SAK mampu bangkit sejak 2011, dengan indikasi mampu memberi kontribusi bagi pendapat asli daerah (PAD) yang terus meningkat.

"PT SAK terus membenahi manajemen. PT SAK sempat tidak mampu menyumbang PAD bagi pemerintah daerah (pemda). Namun, kemudian pada 2011 bisa melonjak menjadi Rp876 juta, dan pada 2012 bisa sebesar Rp1,2 miliar," kata Made saat menerima rombongan inspeksi Komisi II DPRD Kulon Progo di `base camp` PT SAK di Donomulyo, Kecamatan Nanggulan.

Ia mengatakan PT SAK selalu dituntut untuk menyumbang PAD, namun di sisi lain peralatan yang dimiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang "mixing plant" itu ternyata sudah uzur, dan juga minim modal, serta tidak bisa memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan pekerjaan-pekerjaan saat ini.

Akibatnya, untuk mengerjakan proyek yang dikerjakan PT SAK, sebagian besar peralatan harus sewa.

"Alat yang dimiliki SAK secara spesifikasi umur sudah out of date, kurang bisa memenuhi syarat spesifikasi pekerjaan-pekerjaan saat ini. Misalnya, alat penghampar aspal lebarnya hanya 2,7 m padahal spesifikasi yang diminta bisa sampai 6 meter," katanya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kapasitas produksi aspal "hot mix", kata Made, diperlukan investasi peralatan yang tidak kecil seperti "stone crusher". Alat itu sudah diadakan awal 2012 berupa jumbo crasher dan "cone crasher". Meski begitu, dari segi finansial maupun peralatan, PT SAK masih kalah jauh bila dibanding para pesaing.

"Saat ini, PT SAK hanya memiliki tujuh unit armada truk, sehingga untuk kebutuhan alat harus sewa. Modal kami juga terbatas sehingga harus mengandalkan uang muka (proyek) pekerjaan," katanya.

Untuk saat ini PT SAK memenangkan lelang pengerjaan dua ruas Jalan Magelang (dari APBN), dan pengaspalan ruas jalang Pengasih-Sermo (dari APBD DIY).

Guna menyiasati kondisi seperti ini, kata Made, PT SAK berencana melakukan diversifikasi usaha sehingga tidak hanya bergerak di bidang pengaspalan atau jalan dan jembatan. Diversifikasi yang dimungkinkan seperti proyek gedung, pekerjaan pengairan, menjual material split, dan pemborongan pekerjaan-pekerjaan yang mampu dikerjakan PT SAK.

Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Yusron Martofa mengatakan pihaknya memandang belum perlu adanya penambahan penyertaan modal dari pemkab. Namun dirinya tidak menutup mata peralatan-peralatan milik PT SAK yang sudah usang dan perlu diperbahurui.

"Untuk sementara waktu biar BEP (break event point/ impas) dulu, agar kinerjanya lebih baik. Tapi nanti akan kami lihat perkembangan selanjutnya," kata Yusron.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026