Yogyakarta (Antara Jogja) - Empat perupa senior Indonesia akan melukis figur Maha Patih Gadjah Mada secara spontan dari berbagai sisi dalam rangkaian pertunjukan Drama Multimedia "Mengenang Gadjah Mada" di Yogyakarta, Sabtu (25/5).
Keempat perupa ternama Indonesia yang akan menampilkan karyanya di Gedung Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) itu adalah GM Sudarta, Nyoman Gunarsa, Nasirun serta Godod Soeteja.
Kartunis senior, Gofur Muhammad Sudarta kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat mengatakan akan mempersembahkan karikatur bertema "parodi sumpah gadjah pemuda" sebagai sumbangan karyanya.
" Untuk mengenang Gadjah Mada, saya akan membuat karya satir (sindiran),"kata kartunis senior harian Kompas ini.
Tema "parodi sumpah gadjah pemuda" itu, ia tujukan sebagai media kritik kepada kalangan pemuda saat ini. Dengan karya itu ia ingin memastikan kesamaan kekuatan antara sumpah pemuda saat ini dengan sumpah Palapa Gadjah Mada.
Rencananya, karikatur karyanya itu, dituangkan menggunakan bahan dasar cat akrilik dengan media kanvas ber ukuran 150x150 cm.
Pada kesempatan yang sama, maestro lainnya, Nyoman Gunarsa menuturkan akan melukis sosok Gadjah Mada namun tidak diwujudkan dengan konsep realis. Sebab, sosok nyata Gadjah Mada, menurut dia, masih diperdebatkan dalam berbagai versi.
" Saya akan merekontruksi wajahnya (Gadjah Mada). Tidak akan saya tuangkan dengan konsep realis sebab untuk sosok Gadjah Mada masih belum jelas versi mana yang benar," kata pelukis ternama di Bali ini.
"Sosok Gadjah Mada yang populer saat ini kan bertubuh gemuk dan besar. padahal, ia juga merupakan tokoh spiritual yang pada umumnya memiliki badan kurus,"katanya.
Untuk merekonstruksi wajah Gadjah Mada dalam lukisan, Nyoman mengaku hanya akan berpegang pada semangat yang dimiliki patih kerajaan Majapahit itu.
"Intinya kan mengenang dan dapat ditular oleh pemuda. jadi saya akan coba rupakan semangat Gadjah Mada dengan rekonstruksi wajah yang saya buat sendiri,"katanya.
Menurut Penggagas acara Drama Multimedia "Mengenang Gadjah Mada", Bambang Oeban, pemilihan keempat perupa tersebut didorong oleh keterkaitan tempat tinggal mereka dengan beberapa petilasan Gadjah Mada di Jawa dan Bali
Karya seni keempat perupa tersebut akan langsung dilelang setelah selesai dibuat.
(KR-LQH)
