Menhut: gajah untuk upacara tradisi tidak masalah

id menhut zulkifli lubis

Menhut: gajah untuk upacara tradisi tidak masalah

gajah Gembira Loka Zoo (GLZoo) mengawal gunungan Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (dok GLZoo)

Jogja (Antara Jogja) - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan tidak masalah jika sejumlah gajah koleksi Gembira Loka Zoo Yogyakarta, disertakan dalam kirab upacara tradisional Gerebeg Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, asalkan satwa tersebut memperoleh perhatian yang layak.

"Menggunakan gajah koleksi Gembira Loka Zoo untuk kegiatan upacara tradisional memang tidak masalah, sebab satwa tersebut berada di kebun binatang yang merupakan kawasan konservasi, sehingga di situ ada tenaga ahli, dokter hewan dan pawang yang sewaktu-waktu menjaga satwa dilindungi tersebut," kata Menhut Zukifli Hasan di Yogyakarta, Sabtu.

Di sela-sela mengunjungi Gembira Loka Zoo Yogyakarta, ia mengharapkan agar gajah-gajah tersebut benar-benar diperhatikan karena satwa tersebut memiliki hak asasi dan hak kesejahteraan satwa.

"Jadi, satwa yang dilindungi tersebut harus memperoleh perhatian, jika tidak maka akan berhadapan dengan perundang-undangan yang berlaku, di antaranya menyebutkan bahwa barang siapa yang menyiksa satwa yang dilindungi ancaman hukumannya 10 tahun," katanya.

Ia menyatakan keyakinan jika Gembira Loka Zoo Yogyakarta mampu menjaga satwa langka yang dilindungi tersebut dengan baik, apalagi sebagai lembaga konservasi memiliki kemampuan merawat satwa dengan baik pula karena memiliki dokter hewan, pawang dan tenaga ahli satwa.

"Saya mengharapkan Gembira Loka Zoo dapat menjadi model bagi kebun binatang lainnya di Indonesia, karena GL Zoo memiliki kemampuan dan pengalaman dalam merawat satwa-satwa yang dilindungi,"katanya.

Pada kesempatan itu, Menhut Zulkifli Hasan di dampingi Dirut GL Zoo KMT.Tirtodiprojo meninjau Taman Reptil dan Taman Burung yang berada di kawasan kebun binatang tersebut.

(U.H008)

Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.