Saparan Bekakak dimeriahkan kirab Ogoh-Ogoh

id ogoh-ogoh

Saparan Bekakak dimeriahkan kirab Ogoh-Ogoh

"Ogoh-ogoh" (Foto yulyantari.wordpress.com) (dok istimewa)

Sleman (Antara Jogja) - Masyarakat Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta akan kembali menggelar upacara adat "Saparan Bekakak" pada Jumat 20 Desember.

"Pelaksanaan upacara adat Saparan Bekakak kali ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dimeriahkan dengan pasukan `Ogoh-Ogoh`, `Gendruwo` dan `Wewe Gombel`, " kata Ketua Panitia Frans Haryono, Rabu.

Menurut dia, pelaksanaan upacara adat diawali pada Kamis sore 19 Desember 2013 pukul 08.00 - 17.00 WIB dengan pembuatan "bekakak" (sepasang boneka pengantin dari beras ketan) di rumah Dukuh Gamping Kidul, dilanjutkan dengan kenduri warga masyarakat ditempat penyembelihan bekakak di Gamping Kidul RT 02/ RW 16.

"Pada malam harinya dilanjutkan dengan pengambilan Tirto Dono Jati dari Umbul Tlogosari Gunung Gamping yang dipimpin Lurah Magersari yang diikuti Santri Kanigoro, Kelompok Slawatan dari Watulangkah, prajurit bregada pembawa Tirto Dono Jati dari Mejing Kidul, serta prajurit putri," katanya.

Kemudian pada malam itu pula Tirto Dono Jati dikirab menuju kademangan Ambarketawang bersama dengan "Bekakak", "Ogoh-Ogoh", "Gendruwo" dan "Wewe Gombel" dengan dikawal prajurit Wirosuto dari Gamping Tengah dengan penerangan �oncor� (obor).

"Selanjutnya dilakukan upacara midodareni dan kenduri di Balai Desa Ambarketawang dilanjutkan pada pukul 22.00 WIB dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Tono Hadi Sugito," katanya.

Ia mengatakan, pada Jumat 20 Desember 2013 mulai pukul 10.00 � 11.30 WIB pasangan bekakak dan berbagai gunungan dapat dilihat oleh masyarakat umum di Balai Desa Ambarketawang.

"Mulai pukul 13.00 � 14.00 WIB dilantunkan gending uyon-uyon atau karawitan. Pada pukul 14.00 WIB Bekakak, Tirto Dono Jati diarak menuju lapangan Kademangan Ambarketawang untuk mengawali prosesi acara," katanya.

Pada pukul 15.00 WIB upacara seremonial dimulai dengan laporan wiromanggolo, tarian reog dari Gamping Kidul, pemecahan kendi dilanjutkan pelepasan burung merpati putih.

"Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi kirab budaya yang didukung bregada utama, yaitu Bregada Mejing Kidul, Delingsari, Gamping Kidul, Gamping Lor, dan berbagai breagada dan peserta kirab budaya menuju petilasan di Gamping Kidul dan petilasan Gunung Gamping di Tlogo untuk dilakukan penyembelihan bekakak," katanya.

Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi mengatakan bahwa upacara adat Saparan Bekakak merupakan even budaya unggulan yang telah masuk dalam kalender even Kabupaten Sleman maupun Propinsi DIY.

"Bahkan gaungnya sudah menasional, sehingga kehadirannya sangat dinanti-nantikan warga Yogyakarta dan Jawa Tengah, bahkan wisatawan luar daerah serta mancanegara yang sedang berada di Yogyakarta," katanya.

Sehubungan dengan hal tersebut pihaknya mengharapkan para pengunjung dan wisatawan agar tertib khususnya ketika kirab berlangsung sehingga tidak menggangu pelaksanaan kirab tersebut, mengingat pelaksanaannya menggunakan jalur transportasi umum.

"Kami minta maaf kepada masyarakat umum khususnya para pengguna jalan di jalur yang terpaksa ditutup sementara untuk pelaksanaan kirab, termasuk sebagian ruas jalan Ring road barat dan sebagian ruas jalan Wates yang digunakan sebagai jalur kirab," katanya.

Pengalihan arus dari arah barat di Jalan Wates akan dilakukan di pertigaan Klangon ke arah utara menuju Gedongan dan Tempel, pertigaan Universitas Mercubuana ke utara menuju Godean, dan perempatan Depok di sebelah timur SPBU Ambarketawang ke arah utara.

Sedangkan dari arah timur akan dilakukan pengalihan di perempatan ringroad Pelemgurih ke arah utara.

(V001)

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.