
Disdikpora DIY tunggu izin beralih percetakan baru

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta menunggu izin dari Kemendikbud untuk mengalihkan pencetakan buku Kurikulum 2013 ke percetakan baru.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta, Kamis, mengatakan telah melayangkan surat izin tersebut ke Kemendikbud pada akhir Agustus. Langkah itu terpaksa ditempuh karena percetakan sebelumnya dinilai tidak mampu memenuhi buku sesuai waktu yang ditentukan sesuai kontrak. "Sekarang kami menunggu, mana yang akan datang dulu, surat izin atau bukunya," kata Aji.
Aji menerangkan, khusus untuk pemenuhan buku SD, sesuai pemenang tender dicetak oleh PT. Aneka Ilmu. Namun selanjutnya perusahaan itu merasa tidak mampu, lalu dilimpahkan ke PT. Intan Pariwara. "Namun kenyataannya, PT. Intan Pariwara sampai sekarang belum memenuhi," katanya.
Adapun persentase sekolah yang telah menerima buku hingga akhir Agustus 2014, ia menyebutkan, untuk SD telah mencapai hampir 90 persen, SMP baru 20 persen, SMA 35 persen, dan SMK 50 persen.
Meski pemenuhan buku masih tersendat, Aji mengkalim bahwa pelaksanaan pengajaran materi kurikulum 2013 telah berjalan dengan baik. "Semua tetap berjalan. Tidak ada masalah," kata dia.
Menurut dia, untuk menyiasati pemenuhan materi ajar 2013, ia menerapkan dua cara. Pertama, yaitu dengan membagikan "soft-copy" materi kurikulum 2013 kepada siswa, khususnya bagi sekolah yang mayoritas siswanya menggunakan laptop.Atau cara selanjutnya, yatu dengan memfotocopy materi. "Siswa maupun guru juga dapat mengunduh buku dengan mengakses laman www.jogjabelajar.org," kata dia.
(KR-LQH)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
