Jogja (Antara Jogja) - Pejabat bukan sekadar kepala kantor, tetapi juga pemimpin sekaligus manajer, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Pemimpin mengerjakan hal-hal yang benar dan tepat, mengembangkan filosofi, visi, sistem nilai, dan pencapaian tujuan, sedangkan manajer lebih mengembangkan struktur, strategi, dan taktik," katanya di Yogyakarta, Selasa.
Pada pelantikan sembilan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ia mengatakan momentum itu penting karena menandai proses regenerasi alamiah babak kedua dalam jenjang kepegawaian untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di jajaran Pemda DIY.
"Dengan demikian akan menjamin kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan terus berlangsung, sekaligus memberi kesempatan bagi yang berprestasi untuk menunjukkan kemampuannya. Hal ini menunjukan bahwa proses kaderisasi berjalan dengan baik," katanya.
Meskipun rekrutmen pejabat itu belum melalui seleksi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), kata dia, prosesnya tidak jauh bebeda dengan "fit and proper test" yang dijalankan Baperjakat karena keduanya menghasilkan pejabat struktural yang terbaik.
Menurut dia, setelah ditetapkan status Keistimewaan DIY, jabatan yang diduduki itu diibaratkan "kursi panas".
"Artinya sejumlah persoalan yang belum terselesaikan menjadi tantangan ke depan, terutama dalam memahami isi dan makna Peraturan Gubernur DIY Nomor 18 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Keistimewaan," kata Sultan.
Pejabat eselon II yang dilantik antara lain Asisten Administrasi Umum Sekda DIY GBPH Yudhaningrat, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY Moedji Rahardjo, Inspektur DIY Sumadi.
Selanjutnya, Kepala Biro Hukum Sekda DIY Dewa Isnu Broto Imam Santoso, Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY Arofa Noor Indriani, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pemerintahan Hendar Susilowati, dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekda DIY Puji Astuti.
(B015)
