
Tanah retak Kulon Progo ancam rumah warga

Kulon Progo (Antara Jogja) - Tanah retak di Pedukuhan Gedong Desa Purwosari Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengancam puluhan rumah warga di wilayah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Untung Waluyo di Kulon Progo, Selasa, mengatakan, pihaknya sudah mencoba menggali tanah yang mengalami keretakan tersebut, ternyata galian sampai kedalaman 20 centimeter diperkirakan sudah muncul sumber air dan ketika penggalian makin dalam sumber mata air semakin besar. "Ternyata ada sebagian dari retakan tanah yang sudah mengalami penurunan sekitar lima centimeter," kata Untung Waluyo.
Tanah yang mengalami keretakan 2008. Kini mulai memanjang dengan membentuk mirip tapak kuda.
Dari pengecekan dilokasi keretakan tanah di Desa Purwosari kini mulai memanjang sekitar 300 meter dengan lebar keretakan antara lima hingga sepuluh centimeter dan kedalaman antara satu hingga dua puluh meter.
Untuk mengetahu kondisi tersebut, kata Untung, BPBD bekerja sama dengan Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM untuk meneliti adanya keretakan tanah tersebut karena mengancam puluhan warga disekitarnya. "Kami dan PSBA UGM sudah memasang EWS karena kondisi tanah yang retak cukup mengkhawatirkan," kata dia.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bila sewaktu-waktu terjadi pergerakan tanah, maka BPBD meminta agar masyarakat di sekitar wilayah tersebut untuk segera mengungsi. "Tidak ada alasan untuk tidak mengungsi, terutama saat ada guyuran hujan deras dengan durasi yang lama," kata dia.
Dengan adanya ancaman tersebut BPBD berusaha mengkondisikan masyarakat sekitar serta menentukan lokasi pengungsian. Selain itu sejumlah peralatan juga mulai didistribusikan ke pemerintah desa setempat.
Sementara itu, Kepala Desa Purwosari Purwito Nugroho mengatakan semua hasil penelitian yang dilakukan oleh UGM dan BPBD Kulon Progo akan disosialisasikan kepada masyarakat pada beberapa hari mendatang.
"Tidak mudah mengajak masyarakat untuk mengungsi, tapi nanti desa akan memfasilitasi agar pihak yang berkompeten melakukan sosialisasi kepada warga," kata Purwito.
Selain itu, tebing penyangga dari retakan tanah sudah longsor pada dua hari lalu saat wilayah tersebut diguyur hujan deras. Setidaknya terdapat dua puluh kepala keluarga yang tinggal diseputar retakan tanah yang kini sedang diteliti oleh PSBA UGM.
Dengan adanya kondisi tersebut Pemerintah Desa Purwosari makin meningkatkan kewaspadaan seiring dengan adanya musim penghujan. "Sebenarnya ada salah satu rumah warga yang dinding rumahnya sudah terlepas dari pondasi, meskipun belum terlalu panjang," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
