"Bong Supit Bogem" kebanjiran pasien libur sekolah

id bong supit

"Bong Supit Bogem" kebanjiran pasien libur sekolah

Ilustrasi (Foto antarasumsel.com)

Sleman (Antara Jogja) - "Bong supit" atau tempat khitan tradisional "Bogem" di Jalan Solo, Bogem, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kebanjiran pasien pada masa libur sekolah.

"Pada masa libur sekolah saat ini dari Kamis hingga Sabtu ratusan anak laki-laki datang untuk khitan atau sunat," kata juru khitan `Bogem`, Radlo Jumeno, Kamis.

Menurut dia, pada hari biasa jumlah anak laki-laki yang datang untuk khitan rata-rata antara 50 hingga 75 anak.

Namun, pada masa libur sekolah seperti sekarang bisa mencapai 150 lebih anak yang khitan setiap harinya.

"Banyak yang memanfaatkan kesempatan libur sekolah untuk khitan, karena setelah khitan masih harus menunggu proses penyembuhan sampai beberapa hari, sehingga jika tidak pada saat masa libur sekolah akan mengganggu sekolah," katanya.

Ia mengatakan kondisi seperti ini dapat dipastikan terjadi setiap masa libur sekolah, baik itu libur tengah semester maupun libur kenaikan kelas. "Anak-anak yang datang untuk khitan banyak dari berbagai daerah di Yogyakarta dan sekitarnya, bahkan juga ada sejumlah anak-anak yang dari luar provinsi maupun luar Pulau Jawa," katanya.

Bardlo mengatakan karena "Bong Supit Bogem" ini merupakan tempat khitan tradisional, maka pihaknya tetap mengacu pada khitan secara medis di rumah sakit maupun dokter.

"Kami juga semacam berkonsultasi dengan dokter. Anak yang datang ke sini tidak langsung serta merta dilayani untuk khitan, jika anak memiliki riwayat kelainan seperti darah atau apa, maka perlu untuk berkonsultasi dengan dokter," katanya.

Begitu juga dengan anak yang memiliki gangguan penyakit kulit di alat reproduksinya, pihaknya akan minta orang tuanya untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter kulit. "Jika proses khitan tetap dilakukan, maka proses penyembuhan akan lebih lama," katanya.

Ia mengatakan pihaknya tidak mematok tarif khitan per anak, tetapi hanya menerapkan harga khusus. "Namun memang pada masa libur seperti sekarang ada kenaikan tarif khitan," katanya.

(V001)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar