Logo Header Antaranews Jogja

BPCB belum putuskan kelanjutan ekskavasi Candi Karangbajang

Senin, 17 Agustus 2015 13:09 WIB
Image Print
Situs di kawasan Candi Karangbajang (Foto Istimewa)

Sleman (Antara Jogja) - Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta belum memutuskan akan meneruskan atau tidak ekskavasi situs Karangbajang di Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, meski sudah dipastikan ada candi yang terpendam.

"Keputusan tersebut akan ditentukan pada temuan akhir nanti. Proses ekskavasi awal yang dimulai pada Senin (10/8) lalu baru akan selesai pada Rabu (19/8)," kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Wahyu Astuti, Senin.

Menurut dia, meski saat ini sudah ada sejumlah temuan, dianggapnya belum cukup bisa memastikan, apakah memang layak diperpanjang atau tidak.

"Keputusan akhir apakah akan diteruskan atau tidak, nantinya tergantung pada temuan terakhir. Meski sudah dipastikan, bahwa situs tersebut merupakan candi yang terpendam. Diperpanjang atau tidak nanti, tergantung temuan terakhir," katanya.

Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Perlindungan BPCB Yogyakarta Muhammad Taufik mengatakan saat ini penggalian masih terus berlangsung oleh tim, yang terdiri atas BPCB Yogyakarta, dibantu beberapa mahasiswa serta tenaga lokal setempat.

"Setelah ditemukannya sebuah antefiks pada penggalian hari pertama, pada Rabu (11/8), tim ekskavasi kembali menemukan batuan candi. Kebetulan penggalian kemarin, yang ditemukan sementara diduga pagar candinya, selain itu, masih belum ada," katanya.

Menurut dia, temuan baru tersebut masih diperlukan pendalaman lagi, tetapi paling tidak nantinya penggalian akan lebih mudah, karena tinggal diurutkan dari pagar candi tersebut.

"Saat ini belum bisa dipastikan. Tapi kalau dilihat dari susunannya, sepertinya talud atau pagar," katanya.

Ia mengatakan jika ekskavasi di situs Karangbajang ini tak diteruskan, nantinya akan dipindahkan ke tempat lainnya. Di tempat-tempat yang diduga ada benda cagar budayanya, atas laporan dari masyarakat.

"Temuan-temuan lain dari laporan masyarakat nanti bisa dijadikan tempat alternatif untuk dilakukan ekskavasi," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026