Sleman, (Antara Jogja) - Beberapa ruas jalan di seputaran Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan ditutup untuk sementara selama kegiatan Pelangi Budaya Bumi Merapi pada 25 hingga 27 September 2015.
"Penutupan ruas jalan ini dimaksudkan untuk kelancaran jalannya acara, khususnya pada kegiatan Kirab Tiga Dimensi/Ogoh-Ogoh di hari pertama (25/9), Kirab Bregada Prajurit di hari ke dua (26/9) dan Kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi dihari ke tiga (27/9)," kata Koordinator Keamanan Pelangi Budaya Bumi Merapi 2015 Kompol Teguh Sumartoyo di Sleman, Kamis.
Menurut Kapolsek Sleman ini, penutupan beberapa ruas jalan ini juga dimaksudkan demi kenyamanan bagi masyarakat luas yang menyaksikan acara tersebut.
"Namun penutupan jalur tersebut sudah diantisipasi dengan pengalihan jalur yang cukup memadai," katanya.
Ia mengatakan, pada hari pertama, Jumat 25 September 2015 pukul 14.30 WIB akan dilangsungkan Kirab Seni Tiga Dimensi atau yang kebanyakan orang mengenal dengan ogoh-ogoh dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman. Kirab ini mengambil start dari Lapangan Denggung menuju Lapangan Pemda Sleman melalui Jalan KRT Pringgodiningrat.
"Beberapa ruas jalan akan ditutup mulai pukul 13.00 WIB, yaitu semua ruas Jalan KRT Pringgodiningrat dari Lapangan Denggung hingga Lapangan Pemda Sleman, simpang empat Kronggahan ke arah utara, kecuali bagi warga masyarakat Dusun Jaban, Bonagung dan Duwet, simpang tiga Ringin jembatan Pangukan ke arah timur dan semua ruas Jalan Parasamya," katanya.
Kemudian, pada hari ke dua, Sabtu 26 September 2015 mulai pukul 11.00 WIB berupa Festival Bregada Prajurit yang melibatkan 32 kontingen dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman dengan start dari lapangan Pemda menuju Lapangan Denggung, melalui Jalan KRT Pringgodiningrat.
"Beberapa ruas jalan akan ditutup mulai pukul 10.00 WIB, yaitu sama seperti penutupan jalan pada hari pertama," katanya.
Ia mengatakan, untuk hari ke tiga, Minggu 27 September 2015 pukul 13.00 hingga 17.00 WIB berupa acara puncak yaitu Karnaval Pelangi Budaya Bumi Merapi yang melibatkan lebih dari 50 kontingen dengan kekuatan lebih dari 1.700 personel dari berbagai elemen komunitas seni budaya dan pemangku kepentingan pariwisata serta komunitas mahasiswa luar daerah, di antaranya komunitas mahasiswa Bali, Banjarnegara dan Kalimantan Barat.
"Rute kirab dengan start dari Lapangan Pemda Sleman - perempatan Beran ke kanan - Jalan Magelang (ruas perempatan Beran - perempatan Denggung) - Jalan KRT Pringgodiningrat - Lapangan Pemda Sleman," katanya.
Teguh mengatakan, pada puncak kegiatan ini beberapa ruas jalan akan ditutup mulai pukul 11.00 WIB, yaitu jalur ke arah Magelang dari perempatan Denggung hingga perempatan Beran ditutup sebagian. Sehingga tidak perlu dengan sistem buka-tutup, karena selama kirab trafic light di perempatan Denggung dan perempatan Beran tidak difungsikan.
"Kemudian ruas jalan yang ditutup yakni simpang empat Grojogan ke arah Jalan Magelang, simpang tiga ringin Pendowoharjo ke arah Jalan Magelang, semua ruas Jalan KRT Pringgodiningrat dari Lapangan Denggung hingga Lapangan Pemda Sleman, simpang empat Kronggahan ke arah utara, kecuali bagi warga masyarakat Dusun Jaban, Bonagung dan Duwet, simpang tiga Ringin jembatan Pangukan ke arah timur dan semua ruas Jalan Parasamya," katanya.
Ia berharap kepada para pengunjung dan wisatawan untuk dapat mengambil tempat yang sekiranya nyaman untuk menyaksikan gelaran event budaya tersebut. Jangan ada pengunjung yang berada di devider disepanjang Jalan Magelang mulai dari perempatan Denggung hingga perempatan Beran.
"Ini akan berbahaya karena banyak kendaraan yang tetap melaju dengan lancar di sepanjang Jalan Magelang tanpa berhenti di lampu merah perempatan Denggung maupun perempatan Beran. Hal lain untuk kenyamanan, pengunjung agar memarkirkan kendaraannya ditempat-tempat yang agak jauh dari lokasi keramaian, diantaranya dapat menggunakan sebagian jalur jalan di sepanjang Jalan Samirin," katanya.
Kepada masyarakat yang mau menyaksikan gelaran event tersebut diimbau untuk datang lebih awal sebelum penutupan jalur lalu lintas.
"Diimbau pula agar tidak mengenakan perhiasan yang mencolok untuk antisipasi tindak kejahatan. Selain itu agar anak selalu dalam pengawasan orang tua," katanya.***1***
(V001)
