Sleman, (Antara) - Permintaan ikan air tawar konsumsi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat setelah harga daging ayam dan sapi naik dalam beberapa waktu terakhir ini.
"Omzet penjualan ikan dalam beberapa waktu terakhir ini memang dirasa mengalami kenaikan di banding bulan-bulan sebelumnya," kata Sekretaris Kelompok Petani Ikan (KPI) Mina Kepis, Sleman Suranto, Kamis.
Menurut dia, peningkatan permintaan ikan air tawar ini banyak datang dari pemilik rumah makan, maupun konsumen rumah tangga.
"Pada November 2015, rata-rata penjualan ikan hanya sekitar Rp170 juta dan bulan berikutnya meningkat jadi Rp268 juta," katanya.
Ia mengatakan, selama Januari 2016 ini hingga pertengahan, omzet telah menembus Rp114 juta. Sehingga kenaikan penjualan ikan sangat signifikan.
"Dari berbagai jenis ikan konsumsi yang penjualan paling banyak adalah jenis ikan nila. Per bulan, permintaan bisa mencapai delapan ton," katanya.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman Slamet Riyadi mengatakan, saat ini konsumen sudah cerdas dalam memilih produk.
"Masyarakat sekarang sudah cerdas, dan cenderung memilih ke produk alternatif saat harga suatu komoditas melonjak tinggi," katanya.
Menurut dia, meskipun harga daging ayam dan sapi naik, sejauh ini Disperindagkop belum berencana mengadakan operasi pasar.
"Harga pasaran daging ayam maupun sapi saat ini masih dalam kisaran rata-rata, dan terjangkau oleh konsumen. Kami belum berencana melakukan operasi pasar," katanya.
Ia mengatakan, dari hasil pantauan yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional pada awal pekan ini mencatat harga daging sapi kelas I di kisaran Rp105.000 hingga Rp115.000 per kilogram.
"Sedangkan harga daging ayam potong berkisar Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram," katanya.
Slamet mengatakan, kenaikan harga disebabkan karena penambahan permintaan sementara jumlah stok masih tetap.
"Namun langkah untuk menambah stok bukan hal mudah karena banyak mekanisme pasar yang menentukan harga," katanya. ***3***
(V001)
