866 peserta ikuti ujian paket C Bantul

id 866 peserta ikuti ujian paket C Bantul

866 peserta ikuti ujian paket C Bantul

UN (Foto Antara/Wahyu Putro)

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 866 orang terdaftar sebagai peserta ujian paket C atau setingkat sekolah menengah atas yang diselenggarakan pada 4-7 April 2016.

"Ujian Paket C di Bantul tahun ini diikuti sebanyak 866 peserta yang tersebar di 15 lokasi PKBM (pusat kegiatan belajar mengajar)," kata Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Menegah dan Nonformal Bantul Agus Sriyana di Bantul, Rabu.

Dia mengatakan ujian paket C merupakan ujian yang diperuntukkan bagi peserta yang tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah secara reguler seperti siswa umumnya, namun mereka yang tidak sekolah dan hanya lulus pendidikan setingkat SMP karena berbagai faktor.

Ia mengatakan dari 15 lokasi penyelenggaraan Ujian Paket C di wilayah Bantul, yang paling banyak pesertanya ada di PKBM Sewon yang menjadi satu komplek dengan SMP 1 Sewon Bantul, dengan jumlah mencapai 298 peserta mengingat wilayah itu berbatasan dengan Kota Yogyakarta.

"Pelaksanaannya di PKBM-PKBM masing-masing kecamatan, dan memang setiap sekolah tidak mesti ada peserta. Ujian Paket C ini dilaksanakan seperti ujian nasional lainnya, yaitu berbasis kertas," katanya.

Namun demikian, kata dia, soal yang digunakan dalam Ujian Paket C berbeda dengan soal UN, begitu juga waktu pelaksanaan meskipun hari penyelenggaraannya tetap sama, karena ujian paket C dilaksanakan mulai siang hingga sore mengingat kondisi peserta ujian yang umumnya sudah bekerja.

"Paket C ini beda dengan UN, karena (soal ujian, red.) dari provinsi (DIY, red.), kalau yang UN berbasis kertas itu (soal, red.) pusatnya di UNY, sehingga begitu selesai langsung ke UNY, sementara kalau paket C selesai langsung ke Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) DIY," katanya.

Dia mengatakan kebijakan yang diterapkan terhadap peserta Ujian Paket C dengan peserta UN sama, yaitu apabila nilai hasil ujian masih dirasakan kurang, peserta bisa melakukan ujian perbaikan yang digelar pada tahun mendatang sebelum pelaksanan ujian utama.

"Jadi nanti nilai dalam ijazah paket C bisa diganti kalau memang hasil ujian perbaikan lebih baik. Begitu juga bagi peserta yang tidak mengikuti ujian paket C bisa ikut ujian susulan yang dijadwalkan berikutnya," katanya.

(T.KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.