Logo Header Antaranews Jogja

BBPPBPTH ciptakan inovasi atasi masalah lingkungan hidup

Selasa, 7 Februari 2017 21:54 WIB
Image Print
Kepala BBPPBPTH Tandya Tjahjana (kanan) saat melakukan penandatangan kerja sama dengan Bupati Sigi Mohamad Irwan. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman, (Antara Jogja) - Balai Besar Penelitian, Pengembangan Bioteknologi, dan Pemuliaan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan siap menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk mengatasi masalah lingkungan hidup.

"Kami mempunyai peran dan fungsi menghasilkan iptek untuk mendukung pencapaian sasaran strategis balitbang dan inovasi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan," kata Kepala Balai Besar Penelitian, Pengembangan Bioteknologi, dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tandya Tjahjana di Kantor BBPPBPTH Sleman, Yogyakarta, Selasa.

Menuru dia, iptek yang dihasilkan diarahkan untuk menjawab berbagai permasalahan dan tantangan sektor kehutanan ke depan khususnya dalam pengambilan kebijakan berdasarkan hasil penelitian untuk percepatan penyelesaian masalah-masalah lingkungan hidup dan kehutanan.

"Selain itu juga untuk peningkatan kontribusi sumberdaya daya hutan dan lingkungan untuk perekonomian nasional yang tidak terbatas pada ketahanan pangan, energi, air, obat-obatan, dan pariwisata saja," katanya.

Ia mengatakan hasil riset dan iptek juga dimanfaatkan untuk peningkatan keseimbangan ekosistem melalui pendekatan bioteknologi hutan dan pemuliaan tanaman hutan.

"Core research yang diemban BBPPBPTH sesuai Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Nomor : SK.37/Kpts/VIII/2007 tanggal 7 Maret 2007 adalah Pemuliaan Tanaman Hutan," katanya.

Tandya mengatakan tugas pokok BBPPBPTH adalah melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang bioteknologi hutan dan pemuliaan tanaman hutan, konservasi sumber daya genetik, silvikultur dan hama penyakit untuk peningkatan produktivitas hutan.

"Selain itu juga melaksanakan penelitian dan pengembangan yang menjadi kebutuhan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang undangan," katanya.

Ia mengatakan, BBPPBPTH telah berkiprah cukup lama dan telah menghasilkan berbagai hasil iptek bidang pemuliaan tanaman hutan, hal ini didukung juga tupoksi yang spesifik, jumlah dan kualitas sumber daya manusia yang memadai serta sarana dan prasarana yang tergolong mutakhir dan terbaik untuk mendukung kegiatan bioteknologi hutan dan pemuliaan tanaman hutan.

"Sarana dan prasarana tersebut berupa Laboratorium Genetika Molekuler, Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Biologi Reproduksi, Laboratorium Analisa Kayu, Laboratorium Hama dan Penyakit, Laboratorium Bioenergi, Perpustakaan, Jaringan Komputer (Local Area Network), Website, Internet, Media Publikasi dan enam Hutan Penelitian yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Wonogiri, Sleman, Bondowoso dan Kabupaten Situbondo," katanya.

Ia mengatakan, dengan pencapaian yang telah diraih tersebut, Kemenristekdikti telah menganugerahkan status sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) di bidang Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis. Program PUI ini dikembangkan untuk mendorong lembaga litbang mampu menghasilkan produk iptek yang berbasis "demand/market driven" dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sesuai potensi ekonomi daerah.

"Kegiatan pengembangan PUI bertujuan untuk mengembangkan lembaga riset mampu menyerap kebutuhan pasar? serta menghasilkan dan mengalirkan teknologi ke pasar. Pengembangan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) yang diselaraskan dengan RENSTRA BBPPBPTH Tahun 2015-2019 akan dijadikan sebagai panduan kegiatan dalam mewujudkan tujuan dan sasaran organisasi dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan organisasi serta peluang dan tantangan yang dihadapi sampai dengan 2019," katanya.

Terkait dengan hal tersebut, kata dia, sudah sangat tepat hasil riset yang dihasilkan dapat diaplikasikan di lapangan untuk mendukung pembangunan di daerah. Aplikasi tersebut dilaksanakan melalui mekanisme kerja sama.

"Kerja sama penelitian dilakukan dengan lembaga dalam negeri maupun dengan lembaga luar negeri. Kerja sama ini dilakukan dengan 37 mitra dalam negeri dan tiga mitra luar negeri yang terdiri dari 88 kegiatan," katanya.

Ia mengatakan, sampai saat ini BBPPBPTH menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah, pihak swasta maupun BUMN dalam bidang Pemuliaan Tanaman Hutan.

"Kerja sama ini dimaksudkan sebagai upaya transfer/alih tehnologi pada pengguna dan perluasan jejaring kerja yang sekaligus bertujuan untuk menghasilkan benih unggul untuk
penanaman HTI dan Hutan Rakyat maupun sebagai benih dasar untuk pemuliaan lebih lanjut serta peningkatan produktifitas," katanya.***3***

(V001)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026