FTI UII bangun PLTS di kampus

id uii

FTI UII bangun PLTS di kampus

logo UII (istimewa)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Pimpinan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menginisiasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan di kampus.

"Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) itu dinamai `2X5.000 watt-Solar Power Generation`, dengan total investasi senilai Rp522 juta," kata Ketua Tim Solar Project Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Setyawan Wahyu Pratomo di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan umur ekonomi 15 tahun itu akan memberikan suplai untuk Liquid Crystal Display (LCD) di 36 ruang kuliah di FTI UII.

"Total energi untuk 2 ruas beban atau 36 kelas itu sebesar 28,98 kWh per hari. LCD dipilih karena menjadi salah satu bagian penting dalam proses belajar mengajar," kata dosen Program Studi Teknik Elektro FTI UII itu.

Berdasarkan studi kelayakan, kata dia, sumber energi terbarukan sinar matahari dengan potensi yang mampu dikonversikan menjadi energi listrik itu sebesar 4,8 kWh/m2/hari.

"Dari segi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), pengimplementasian sel surya itu berdampak signifikan pada pengurangan karbon karena ordenya 10.000 watt," katanya.

Dengan adanya proyek itu, menurut dia, Program Studi Teknik Elektro FTI UII diharapkan dapat memiliki riset yang lebih unggul dari yang lain dalam pemanfaatannya.

"Jadi, proyek itu tidak sekadar untuk menyelesaikan masalah tetapi juga menjadi proyek awal untuk pengembangan ke depan," kata Setyawan.

Ia mengatakan, proyek itu merujuk pada Rencana Strategis (Renstra) UII tahun 2014-2018 yakni strategi keempat tentang keunggulan sistem responsif.

Strategi itu bertujuan untuk proses berbasis sistem informasi yang unggul, infrastruktur, lingkungan kerja, dan studi yang terstandar, serta berorientasi kampus lestari (Green Campus).

"Alasan lain adalah melihat situasi saat ini, yang mana harga energi semakin mahal. Selain itu juga bisa membuka wawasan mengenai energi alternatif," kata Setyawan.

(U.B015)




















Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2024