Garuda ambil alih sebagian penumpang Qatar Airways

id Garuda ambil alih sebagian penumpang Qatar Airways

Pesawat Garuda Indonesia lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc/17.)

Jakarta (Antara) - Garuda Indonesia akan mengambil alih sebagian calon penumpang Qatar Airways yang memiliki rute Jakarta menuju Saudi Arabia, seperti untuk tujuan umroh.
       
"Kami ada kerja sama dengan pihak Qatar Airways, beberapa penumpang yang akan diangkut dari Jakarta ke Saudi Arabia akan dialihkan dengan Garuda Indonesia, perkiraan masih dalam waktu jangka pendek," kata President dan CEO PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pahala N Mansyuri kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Ia menuturkan hal tersebut bisa menjadi kesempatan bagi Garuda Indonesia untuk mengenalkan kepada pelanggan adanya rute pasar umroh yang masih memiliki potensi besar kedepannya.

Teknis pengambilalihannya adalah pada penerbangan pertama akan mengangkut sebanyak 45 penumpang dari Jakarta ke Saudi Arabia. Kemudian kedua, kurang lebih sebanyak 150 penumpang pesawat akan diangkut sesuai rute Qatar Airways sbelumnya yaitu Jakarta-Saudi Arabia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan akan mencabut untuk sementara waktu lisensi Qatar Airways dan dialihkan ke maskapai penerbangan lain terkait dengan aksi boikot terhadap Qatar oleh sejumlah negara Arab.

"Kita prihatin tentang putusan itu tapi apapun kita harus segera memberikan substitusi bagi pergerakan masyarakat tersebut. Dan kita sudah bisa menyelesaikan, artinya beberapa yang dari Jakarta untuk (kepentingan, red.) ke umrah terutama, sudah ditampung oleh Garuda dan Saudi," kata Budi Karya Sumadi.

Ia mengatakan penerbangan dari Arab Saudi ke Indonesia juga sudah ditampung oleh maskapai Garuda, Saudi, dan Turki.

Menurut Budi, hal itu menjadi permasalahan yang mendasar, yang dalam koordinasi Kemenhub dengan Kemenlu harus segera diselesaikan.

"Berkaitan dengan turis, saya sepakat dengan Pak Menpar, pada dasarnya kalau kita bicara penerbangan yang ingin ke Indonesia itu banyak sekali. Jadi bukan mengatakan Qatar tidak perlu, substitusi terhadap aksesibilitas udara itu banyak," katanya.

Ia mencontohkan substitusi penerbangan tersebut bisa dilakukan dengan mengalihkan lisensi tersebut kepada Emirates, Etihad, Turki, Saudi, dan termasuk kepada maskapai Garuda.

Hal itu segera dikoordinasikan pihaknya dalam waktu dekat ini.

Budi menegaskan pencabutan lisensi itu bersifat sementara karena selama ini maskapai tersebut sudah banyak memberikan kontribusi bagi mobilitas masyarakat dari Timur Tengah ke Indonesia dan sebaliknya. ***3*** (A072)
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar