Bantul dapat tambahan kuota fakultatif elpiji bersubsidi

id elpiji tiga kilogram

Elpiji 3kg (Foto antaranews.com)

Bantul, 12/9 (Antara) - Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan daerah itu mendapatkan tambahan kuota fakultatif elpiji ukuran tiga kilogram dari PT Pertamina guna mengatasi kelangkaan komoditas bersubsidi itu.

"Sudah ada rapat koordinasi bersama pihak terkait, dari hasil rapat itu memang di titik-titik yang terjadi kelangkaan elpiji ditindaklanjuti dengan penambahan kuota fakultatif," kata Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Bantul Yuswarseno di Bantul, Selasa.

Menurut dia, tambahan kuota fakultatif elpiji tiga kilogram untuk Bantul tersebut sesuai dengan keputusan rapat bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dan koordinator agen Bantul yang dihadiri wakil Polres dan Kodim pada Selasa (12/9).

Ia mengatakan tambahan kuota fakultatif elpiji direalisasikan terutama di wilayah Dlingo yang selama beberapa pekan lalu mengalami kelangkaan, kemudian wilayah Pleret yang warganya agak kesulitan mendapatkan elpiji sehingga harganya melonjak.

"Kita sepakat koordinasi tetap dijalankan, koordinator agen dan Hiswana Migas sudah berkomitmen terkait dengan penanganan kelangkaan elpiji di lapangan, kemudian diimbau pada agen untuk bisa membina pangkalan masing-masing dengan aturan yang ada," katanya.

Yuswarseno mengatakan kelangkaan elpiji di wilayah tertentu di Bantul disinyalir karena adanya distribusi penjualan ke warga luar wilayah itu oleh pangkalan, sehingga di daerahnya mengalami kekosongan dan berakibat keresahan di masyarakat.

"Memang pangkalan elpiji bisa menjual ke mana saja, akan tetapi utamakan dulu masyarakat setempat setelah ada tambahan fakultatif, mudah-mudahan dengan ketertibaan itu diharapkan tidak ada gejolak atau keresahan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan total kuota reguler elpiji tiga kilogram untuk Bantul rata-rata 22.000 tabung per hari, namun untuk tambahan fakultatif, instansinya tidak mengetahui karena yang melakukan agen. Tapi adanya fakultatif sudah dilakukan pekan ini.

"Kami juga akan menyosialisasikan kembali Surat Edaran Bupati terkait pengendalian elpiji kepada seluruh desa, kemudian untuk pangkalan elpiji harus berpedoman pada aturan yaitu menjual sesuai HET atau harga eceran tertinggi," katanya. ***1***
Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar