PBTY diharapkan menjadi wadah bangun semangat kebersamaan

id sultan, tionghoa, imlek

Ilustrasi (Foto Antara)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun semangat kebersamaan sebagai bangsa Indonesia.

"Harapan saya, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ini menjadi tempat untuk bersama-sama membangun semangat ke-Indonesiaan," kata Sri Sultan HB X saat membuka PBTY XIII di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Sabtu malam.

Menurut dia, PBTY XIII yang menampilkan beragam kegiatan seni budaya nusantara yang berpadu dengan seni budaya Tionghoa akan menjadi media yang baik untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat yang terlepas dari berbagai urusan politik termasuk berita-berita "hoax".

Oleh karena itu, Sri Sultan HB X mengingatkan seluruh pihak untuk saling menjaga diri dalam pergaulan, terlebih DIY sudah menjadi lokasi uji coba untuk merusak toleransi melalui kekerasan.

"Warga Tionghoa pun demikian, harus bisa menjaga diri dalam pergaulan, perbuatan, dan perkataan, serta mencoba untuk tidak menimbulkan kecemburan sosial," katanya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan sebagai bentuk konstribusi atau peran warga Tionghoa terharap Indonesia, lanjut Sultan adalah dengan menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.

Sementara itu, Ketua PBTY XIII Tri Kirana Muslidatun mengatakan, kegiatan PBTY akan diselenggarakan selama satu pekan mulai Sabtu (24/2) hingga 2 Maret bertempat di sepanjang Jalan Ketandan.

Di kawasan tersebut, pengunjung dapat mencoba berbagai kuliner nusantara dan Tionghoa. "Ada 149 stan kuliner yang berpartisipasi di sepanjang Jalan Ketandan," katanya.

Selain mencoba kuliner, lanjut Tri, pengunjung PBTY juga dapat mencoba berbagai kegiatan lain seperti menonton pertunjukan wayang potehi, mengecat wajah wayang potehi hingga menikmati sajian lampion di Imlek Light Festival.

Tema pada penyelenggaraan PBTY XIII adalah "Harmoni Budaya Nusantara". "Kami ingin menegaskan bahwa Yogyakarta dalam keadaan rukun dan harmonis. Yogyakarta adalah `city of tolerance`," katanya.

Pembukaan PBTY XIII ditandai dengan karnaval budaya dari Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga Alun-Alun Utara Yogyakarta yang menampilkan berbagai sajian, mulai dari naga barongsai, tarian, hingga maskot Anjing Tanah.

Ribuan warga pun rela berdesak-desakan di sepanjang rute yang dilalui untuk menikmati kemeriahan yang ditampilkan.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar