20 siswa SMP manfaatkan isi kursi kosong

id kursi kosong, smp negeri, yogyakarta

Proses pendaftaran untuk seleksi pengisian kursi kosong kelas VII SMP negeri di Kota Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Sebanyak 20 siswa memanfaatkan kesempatan yang diberikan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk mengisi kursi kosong kelas VII SMP negeri di Kota Yogyakarta yang tidak terisi setelah PPDB selesai. 
   
“Total, ada sembilan kursi kosong dari enam SMP negeri di Kota Yogyakarta. Jumlah siswa yang kemudian memanfaatkan kesempatan pengisian kursi kosong memang sesuai prediksi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Senin.
   
Siswa yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk pengisian kursi kosong tersebut harus memenuhi persyaratan yaitu pernah mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini namun belum diterima di SMP negeri manapun di Kota Yogyakarta dan menyerahkan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) asli.
   
Sejumlah sekolah yang membuka kesempatan pengisian kursi kosong yaitu SMP Negeri 3 Yogyakarta sebanyak tiga kursi, SMP Negeri 5 Yogyakarta dua kursi dan masing-masing satu kursi untuk SMP Negeri 6 Yogyakarta, SMP Negeri 7 Yogyakarta, SMP Negeri 11 Yogyakarta dan SMP Negeri 13 Yogyakarta.
   
Pengisian kursi kosong di enam SMP negeri tersebut hanya diberikan kepada siswa asal Kota Yogyakarta saja dan tetap menganut pada seleksi berdasarkan jarak RW tempat tinggalnya dengan sekolah yang dituju.
   
Setiap siswa juga hanya berkesempatan memilih satu sekolah saja dan seleksi hanya dilakukan satu hari saja yaitu, Senin (23/7).
   
“Pengisian kursi kosong ini merupakan upaya pemerintah menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap sistem PPDB baru yaitu berdasarkan jarak,” katanya. Sebelumnya, ada beberapa warga yang mengeluh karena anaknya tidak diterima di SMP negeri manapun meskipun memiliki nilai bagus karena jarak rumah ke sekolah jauh.
   
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta kemudian akan melakukan verifikasi terhadap calon siswa yang mengajukan pendaftaran. “Selasa (24/7) sudah ada pengumumannya dan siswa yang diterima bisa langsung melakukan daftar ulang dan berhak bersekolah di sekolah yang dituju,” katanya.
   
Edy menyebut, meski terlambat satu pekan, namun siswa tidak akan tertinggal pelajaran karena sebelumnya sekolah masih fokus pada pengenalan lingkungan.
   
“Jika masih ada kursi yang kosong setelah pemberian kesempatan ini, maka akan tetap dibiarkan kosong. Pengisian, baru bisa dilakukan setelah semester pertama berakhir,” katanya.
   
Sesuai standar, lanjut Edy, jumlah siswa dalam satu rombongan belajar adalah 32 anak, namun sekolah di Kota Yogyakarta menerapkan standar minimal rombongan belajar adalah 34 siswa.
   
Sedangkan untuk kursi dari jalur khusus dengan kuota lima persen dari total siswa yang diterima, Edy menyebut, tidak semuanya terisi penuh sehingga kuota dialihkan untuk siswa dari jalur zonasi.
   
“Kuota siswa dari jalur zonasi pun bertambah menjadi lebih dari 75 persen,” kata Edy.
   
Salah seorang wali murid, Hafiz Firdaus yang memasukkan dokumen untuk adiknya mengatakan, memilih SMP Negeri 3 Yogyakarta karena jumlah kursi kosong yang tersedia cukup banyak. 
   
“Meskipun rumah kami lebih dekat ke SMP Negeri 13, namun di SMP tersebut hanya ada satu kursi kosong. Meskipun lokasi SMP Negeri 3 lebih jauh, namun kesempatan di sana lebih besar,” katanya yang menyebut adiknya kini sudah bersekolah di salah satu SMP swasta di Kota Yogyakarta.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar