Warga Winongo Yogyakarta panen lele cendol

id Winongo,lele cendol

Warga Winongo Yogyakarta panen lele cendol

Warga bantaran Sungai Winongo Yogyakarta yang tergabung dalam Kelompok Minarejo melakukan panen perdana budidaya lele cendol (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta  (Antaranews Jogja) - Warga bantaran Sungai Winongo Yogyakarta yang tergabung dalam Kelompok Minarejo mulai menikmati hasil budidaya lele cendol yang sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir dengan panen sekitar 500 kilogram lele.
   
“Kami menyemai benih lele sekitar 5.800 ekor dan dengan tingkat kematian sekitar 10 persen, maka dihasilkan panen sebanyak 5.200 ekor lele atau sekitar 500 kilogram,” kata Penggagas Budidaya Lele Cendol Oleg Yohan di Yogyakarta, Senin.
   
Proses budidaya lele cendol sama seperti budidaya lele pada umumnya. Hanya saja, budidaya lele oleh warga di bantaran Sungai Winongo tersebut tidak dilakukan di lahan yang luas tetapi dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
   
Jika biasanya lele dipelihara di kolam berukuran besar, maka warga bantaran Sungai Winongo memilih membudidayakan lele menggunakan buis beton atau beton berbentuk silinder yang biasanya digunakan untuk membangun gorong-gorong.
   
Istilah cendol diberikan karena pada saat disemai di dalam buis beton, benih lele yang berkumpul dalam jumlah cukup banyak terlihat menyerupai cendol.
   
Menurut dia, pemilihan lele untuk dibudidayakan warga bantaran Sungai Winongo disebabkan kebutuhan lele di Yogyakarta masih dipenuhi oleh petani dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Kebutuhan lele di Yogyakarta cukup banyak, misalnya untuk kuliner. Namun, sebagian besar justru didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kesempatan ini yang ingin kami manfaatkan,” katanya.
   
Meskipun demikian, Oleg berharap ada regulasi dari pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga lele di pasar sehingga tidak merugikan petani jika di masa yang akan datang hasil panen melimpah.
   
“Kami pun berharap, berbagai industri kuliner di Yogyakarta bisa menyerap hasil panen lele dari warga di bantaran Sungai Winongo ini,” katanya.
   
Ia menambahkan, setelah Kelompok Minarejo akan ada tambahan empat kelompok baru di bantaran Sungai Winongo yang juga akan membudidayakan lele cendol.
   
Budidaya lele cendol di Winonfo memperoleh dukungan program CSR dari BPD DIY dan menjadi salah satu wujud program Gandeng Gendong yang digagas Pemerintah Kota Yogyakarta.
   
Sementara itu, Kepala Bagian Pengendalian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Wasesa mengatakan, panen perdana budidaya lele cendol tersebut dapat diikuti panen-panen berikutnya dengan hasil yang lebih banyak.
   
“Program untuk warga bantaran sungai tidak harus selalu diwujudkan dengan membangun talut atau pekerjaan fisik lain tetapi bisa juga dengan pemberdayaan masyarakat seperti budidaya lele ini,” kata Wasesa.
   
Ia pun berharap agar keberadaan budidaya lele cendol tersebut dapat mendukung percepatan realisasi target Winongo Wisata 2030. “Kalau bisa lebih cepat, tidak perlu menunggu sampai 2030,” katanya. 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar