Guru Besar UGM: FBS UNY diharapkan menjadi sumber perkembangan kebudayaan

id seni budaya

Pentas tari memeriahkan peringatan Dies Natalis Ke-56 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Yogyakarta, Kamis (2/5). (ANTARA/Bambang Sutopo Hadi)

Yogyakarta (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Prof Heddy Shri Ahimsa Putra mengatakan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta diharapkan menjadi salah satu sumber perubahan dan perkembangan kebudayaan terutama dalam bidang bahasa dan seni.

"Dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) masyarakat berharap dapat dilahirkan gagasan baru berkenaan dengan bahasa sebagai media komunikasi dan seni sebagai media untuk mengekspresikan emosi," kata Heddy dalam pidato Dies Natalis Ke-56 FBS Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Yogyakarta, Kamis.

Dari FBS pula, menurut dia, masyarakat menunggu lahirnya inovasi dalam bidang bahasa dan seni. Inovasi bahasa dan seni tidak akan pernah kekurangan sumber inspirasi karena masyarakat Indonesia adalah salah satu masyarakat dengan tingkat diversitas tertinggi dalam bahasa.

"Kita memiliki sekitar 730 bahasa daerah, yang berarti bahwa kita mempunyai 730 sumber inspirasi untuk melakukan inovasi dalam bahasa. Demikian pula dalam bidang seni," kata Heddy yang juga Ketua Senat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM.

Ia mengatakan adanya 730 bahasa daerah berarti juga ada 730 suku bangsa, dan itu berarti minimal ada 730 corak kesenian yang dapat menjadi sumber inspirasi untuk inovasi dalam bidang seni.

"Kalau setiap seni suku bangsa di Indonesia memiliki di dalamnya empat jenis seni saja, yakni seni rupa, seni musik, seni sastra, dan seni tari, maka kita mempunyai 2.920 sumber inspirasi untuk melakukan inovasi dalam bidang kesenian. Ini merupakan khasanah kebudayaan yang luar biasa besarnya," kata Heddy.

Sementara itu, Dekan FBS UNY Prof Endang Nurhayati mengatakan memasuki usia 56 tahun sudah sepantasnya FBS UNY diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang tugasnya, yakni pendidikan dan pengembangan keilmuan bahasa dan seni.

"Usia 56 tahun bukan lagi disebut usia dewasa, tetapi usia matang, usia di mana akan lahir banyak karya dan prestasi," kata Endang.

Dalam upacara Dies Natalis Ke-56 FBS UNY itu juga diluncurkan tari, lancaran, dan mars FBS UNY.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar