Logo Header Antaranews Jogja

Kemen Kebudayaan apresiasi pelaku seni budaya lewat AKI 2025

Kamis, 18 Desember 2025 06:35 WIB
Image Print
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) dalam konferensi pers Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 di Jakarta, Rabu malam (17/12/2025). ANTARA/Sinta Ambar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan mengapresiasi para pelaku seni dan budaya lewat Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025.

"Kami di Kementerian Kebudayaan tentu mengapresiasi ini dan ini sebagai bentuk kehadiran negara di dalam memberikan penghargaan kepada para maestro, para pembaru, para pelestari, dan bahkan juga kategori untuk anak, media, dan juga tokoh-tokoh yang lain, sastra, sebagai sebuah ungkapan apresiasi, dan semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi para pejuang kebudayaan lain," ujar Fadli Zon pada malam penganugerahan AKI di Jakarta, Rabu.

Apresiasi AKI diberikan kepada sosok-sosok yang berjasa pada pemajuan budaya bangsa. Sementara itu, dari proses kurasi, melalui proses panjang yaitu pengusulan, dan riset, verifikasi, dan juga berbagai dialog, diskusi hingga verifikasi.

"Dan mereka yang telah dipilih adalah mereka yang memang telah banyak berjuang di bidang masing-masing di bidang kebudayaan pada umumnya dengan waktu, tenaga, kemampuan, dan karya-karya yang telah menghiasi perjalanan budaya bangsa Indonesia di bidangnya masing-masing tadi," katanya.

Baca juga: Bantul fasilitasi pelaku seni ekspresikan seni melalui festival budaya

Adapun AKI 2025 menghadirkan tujuh kategori, yakni kategori media, kategori anak, masyarakat adat, sastra, pelopor dan/atau pembaru, pelestari, maestro seni tradisi, serta kategori tambahan yakni satya budaya Narendra.

Berikut daftar para pemenang AKI 2025:

Kategori Media:
Rumah Sri Ksetra (Nopri Ismi)
Bidang multimedia

Jaya Baya (K. Sudirman, S.H.)
Bidang Jaya Baya

JTV (Rina Prabawati)
Bidang: Industri Televisi Lokal

Kategori Anak:
Aliya Sakina Murdoko
Bidang Seni Lukis

Adhyastha Swarna P. M.
Bidang Pedalangan dan Tari Klasik

Janessa Shanne Putri
Bidang Seni Vokal dan Musik

Baca juga: Bantul membina dan bimbing pelaku seni budaya melalui Dewan Kebudayaan

Kategori Masyarakat Adat:
Baris Sitanggang
Asal Samosir, Sumatera Utara
Bidang Bius Sitolu Hae Horbo Salaon

Sutomo
Asal Probolinggo, Jawa Timur
Bidang Dukun Pandita Tengger

Eko Warnoto
Asal Pasuruan, Jawa Timur
Bidang Dukun Tengger Brang Kulon

Bambang Sutrisno
Asal Bojonegoro, Jawa Timur
Bidang Samin

Usif (Raja) Namah Benu
Asal Timor Tengah Selatan, NTT
Bidang Komunitas Adat Boti

Baca juga: Pelaku seni di Yogyakarta belajar inklusivitas dari bermain di Bantul

Kategori Sastra:
Godi Suwarna
Bidang Sastra

Sutardji Calzoum Bachri
Bidang Penyair

D. Zawawi Imron
Bidang Penyair dan Budayawan Madura


Kategori Pelopor dan/atau Pembaru:
Muhammad Ridwan Alimuddin
Bidang Dokumentasi Budaya Maritim

Didin Ahmad Zaenudin
Bidang Pegiat Aksara Nusantara

Mustafa Mansur, S.S., M.Hum.
Bidang Sejarah

Moch. Awam Prakoso
Bidang Storytelling dan Mendongeng

Yusri Saleh
Pencipta Tari Ratoh Jaroe

Agus Dermawan Tantono
Bidang Literasi dan Kritik Seni

Kampung Seni Tegal
Bidang Seni Budaya

Baca juga: Festival budaya Mataram Bantul mendongkrak perekonomian pelaku UMKM

Kategori Pelestari:
Uswatun Hasanah
Bidang Batik Tulis dan Tenun Gedog

Ika Arista
Pengetahuan Tradisional Keris

Felix Edon
Bidang Musik Tradisional Manggarai

Yohana
Bidang Tenun Kebat Dayak Mualang

Iswati Fersida
Bidang Musik Keroncong

Baca juga: Seniman dan UMKM Indonesia harus manfaatkan momen konser

Kategori Maestro Seni Tradisi:
Tobani Rinyo Tiku
Bidang Kerajinan Kain Kulit Kayu

Siti Rahela
Bidang Seni Tari Tradisi

B. Blawing Belareq
Bidang Budaya Adat Suku Long Gelit dan Bahau Busang

M. Din
Bidang Seni Didong Gayo

Sangkeh
Bidang Seni Tembang Wawacan


Apresiasi Khusus Menteri Kebudayaan:
Satya Budaya Narendra
1. Jaya Suprana
2. Pieter F. Gontha
3. I Nyoman Wenten
4. Sunaryo Soetono
5. Elvy Sukaesih
6. Ary Ginanjar
7. Anhar Gonggong.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemen Kebudayaan apresiasi pelaku seni budaya lewat AKI 2025



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026