Dua SMP di Yogyakarta belum diminati pendaftar PPDB di jalur bibit unggul

id PPDB, bibit unggul, seleksi

Dua SMP di Yogyakarta belum diminati pendaftar PPDB di jalur bibit unggul

Pelaksanaan verifikasi PPDB jalur zonasi di salah satu SMP negeri di Kota Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati) (Eka Arifa Rusqiyati/)

Yogyakarta (ANTARA) - Dari 16 SMP negeri di Kota Yogyakarta, ada dua SMP yang  belum diminati calon siswa yang mendaftar melalui jalur bibit unggul daerah pada hari pertama pendaftaran, Rabu.

“Pemilihan sekolah diserahkan sepenuhnya ke siswa. Sehingga tidak masalah jika ada sekolah yang tidak terlalu diminati siswa untuk mendaftar melalui jalur bibit unggul daerah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budhi Asrori di Yogyakarta, Rabu.

Kedua sekolah yang masih sepi peminat tersebut adalah SMP Negeri 11 Yogyakarta dengan kuota 14 siswa bibit unggul, dan SMP Negeri 14 juga dengan kuota 14 siswa bibit unggul.

Total kursi yang dialokasikan untuk PPDB dari jalur bibit unggul pada tahun ajaran 2019/2020 mencapai 346 siswa.

Setiap siswa memperoleh kesempatan untuk memilih dua SMP. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman yogya.siap-ppdb.com hingga Kamis (16/5). Perubahan serta penambahan pilihan SMP bisa dilakukan hingga pendaftaran berakhir.

Siswa yang memiliki kesempatan untuk mendaftar melalui jalur bibit unggul adalah siswa warga Kota Yogyakarta yang diusulkan oleh SD yang ada di Kota Yogyakarta. Pemilihan usulan siswa dilakukan berdasarkan nilai rapor untuk lima mata pelajaran, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS sejak kelas 4 hingga kelas 6.

“Nantinya, seleksi akan dilakukan berdasarkan nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang mereka miliki. Oleh karenanya, nilai di dalam berkas pendaftaran masih kosong karena USBN baru diumumkan pada 12 Juni,” katanya.

Hingga pukul 15.00 WIB, sejumlah sekolah yang selama ini dinilai sebagai sekolah favorit yaitu SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 8 Yogyakarta diserbu oleh banyak pendaftar bahkan hingga empat kali lipat dibanding kuota yang disiapkan.

Jumlah pendaftar di SMP Negeri 5 Yogyakarta mencapai 133 siswa, sedangkan di SMP Negeri 8 Yogyakarta mencapai 144 siswa. Kedua SMP tersebut memiliki kuota masing-masing 32 siswa bibit unggul daerah.

“Sedangkan untuk sekolah lain, ada yang sudah memenuhi kuota tetapi ada juga yang belum meskipun kekurangannya hanya sedikit,” kata Budhi.

Pada PPDB dari jalur bibit unggul tersebut, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mencatat ada 725 siswa yang diusulkan untuk mendaftar. “Tidak masalah jika tidak semua siswa yang diusulkan itu mendaftar. Jika ada sisa kuota, maka akan diberikan untuk menambah kuota dari jalur prestasi,” katanya.

Hasil seleksi penerimaan siswa baru dari jalur bibit unggul daerah tersebut akan diumumkan pada 18 Juni. Siswa yang dinyatakan diterima harus melakukan daftar ulang karena tidak lagi diperbolehkan mendaftar melalui jalur lain.

“Sedangkan untuk siswa yang tidak lolos seleksi bibit unggul, tetap bisa mendaftar melalui jalur lain yang disiapkan seperti jalur prestasi maupun jarak,” kata Budhi.
Baca juga: 725 siswa bersaing masuk melalui jalur PPDB bibit unggul di Yogyakarta

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar