Sultan minta pengelolaan Geopark Gunung Sewu bekerja sama dengan DIY

id Geopark Gunung Sewu,Sri Sultan HB X,Gunung Kidul

Gubernur DIY Sri Sultan HB X melihat hasil kerajinan keset buatan perajian Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X meminta pengelolaan Geopark Gunung Sewu yang ada di Kabupaten Gunung Kidul bekerja sama dengan pemerintah DIY untuk menggeliatkan sejumlah geosite yang ada di wilayah itu.

Sri Sultan di Gunung Kidul, Senin, mengatakan keberadaan Geopark Gunung Sewu ditinjau setiap lima tahun sekali oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), sehingga setiap waktu harus ada kegiatan secara berkelanjutan.

"Kalau tidak ada kegiatan, kenapa tidak kerja sama dengan pemerintah provinsi saja," kata Sri Sultan saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul.

Sri Sultan pun menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan pengelola Geopark Gunung Sewu, khususnya di Gunung Kidul. Ia mengatakan jika tidak ada kegiatan, lebih baik statusnya dicabut sebagai geopark. "Kalau tidak ada kegiatan, lebih baik dicabut saja," katanya.

Sementara itu, Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan Geopark Gunung Sewu ini memiliki konsep pengembangan kawasan berkelanjutan yang memadukan tiga keragaman yaitu geologi, biologi, dan budaya. Kawasan ini juga memperhatikan aspek lain, yaitu pendidikan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

"Harmonsasi dari aspek-aspek ini yang menjadi alasan kuat bagi kami untuk terus melestarikan warisan bumi yang tak ternilai harganya. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang bersinergritas antar beberapa lembaga seperti pemerintah pusat, akademik, swasta dan pelaku wisata, agar masyarakat dapat menjaga, serta mempertahankan warisan yang sudah ada," katanya.

Geopark Gunung Sewu ini membentang hingga masuk dalam wilayah tiga kabupaten di tiga provinsi, yakni Gunungkidul (DIY), Wonogiri (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur). Geopark Gunung Sewu pun telah menjadi destinasi wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Badingah, tantangan yang jauh lebih berat ke depan adalah menjaga dan mempertahankan kepercayaan dari UNESCO. Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan sosialisasi, sekaligus memfasilitasi infrastruktur ke berbagai wilayah.

"Kegiatan ini diharapkan untuk dapat menginspirasi, sekaligus memotivasi masyarakat luas untuk secara bersama-sama ambil bagian dalam upaya pelestarian Geopark Gunung Sewu sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Network," imbuhnya.

Baca juga: Dispar tingkatkan pengetahuan guru tentang Geopark Gunungsewu

 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar