Gunung Tangkuban Perahu dibuka kembali pada 1 Agustus 2019

id gunung tangkuban parahu, erupsi, dibuka

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat  menggelar rapat koordinasi dengan pihak pengelola, perwakilan PVMBG, BPBD, Bupati Subang, Kepolisian, TNI, dan ASITA, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/7/2019). (Dok Humas Pemprov Jabar)

Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil menyatakan, Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu akan dibuka kembali untuk umum pada Kamis, 1 Agustus 2019 dan hal tersebut diputuskan setelah mendapat jaminan keamanan dan keselamatan bagi pengunjung.

"Hari Kamis pagi TWA Gunung Tangkuban Perahu sudah bisa dibuka untuk umum," ucapnya usai menggelar rapat koordinasi dengan pihak pengelola, perwakilan PVMBG, BPBD, Bupati Subang, Kepolisian, TNI, dan ASITA, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa.

Menurut dia pengelola siap memperbaiki sistem evakuasi, seperti rute evakuasi yang dipasang maupun papan informasi lengkap dan menyebar. Dia pun memberi tenggat waktu kepada pengelola untuk menuntaskan hal tersebut sampai Rabu (31/7).

"Bisa dibuka dengan syarat perbaikan-perbaikan antara lain rute-rute evakuasi lewat poster atau papan informasi harus dibuat dan selesai besok lalu diperlihatkan ke saya, sehingga pengunjung bisa tahu kemana harus bergerak bila ada kejadian serupa," katanya.

Dia juga meminta kepada pengelola untuk membuat grup komunikasi via smartphone guna memperlancar komunikasi. Grup tersebut terdiri dari anggota berbagai pihak yang berada di radius 5 kilometer dari TWA Gunung Tangkuban Perahu.

"Lalu harus ada WA grup antara pengelola dengan Muspida dan Kepala Desa di radius 5 kilometer sehingga kalau ada kejadian lagi jangan seperti kemarin banyak yang tidak tahu malah tahunya dari viralisasi di Medsos," ucapnya.

Ia mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan TWA Gunung Tangkuban Perahu tidak hanya disebabkan oleh erupsi, tetapi juga faktor lain seperti harga tiket masuk yang terlalu mahal, khususnya untuk turis mancanegara yang mencapai Rp300 ribu.

Karena itu, itu Gubernur Emil meminta pihak pengelola segera membahas harga tiket masuk dengan Bupati Subang dan Bupati Bandung Barat.

"Komunikasi dengan Bupati Subang dan Bupati KBB harus dilakukan lebih intensif oleh pengelola dan dinas pariwisata karena jumlah pengunjung tidak maksimal yang disebabkan tiketnya terlalu mahal khususnya harga tiket untuk turis mancanegara yang dipatok Rp300 ribu," katanya.

Untuk meningkatkan jumlah wisatawan, RK berjanji akan menata sejumlah titik TWA Gunung Tangkuban Perahu agar lebih menarik dan indah. "Enggak mahal kok cuma butuh imajinasi saja, nanti saya akan bantu," katanya.

Baca juga: Abu vulkanik Tangkuban Perahu diangkut 30 truk
 
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar