Pembangunan Embung Giwangan Yogyakarta didukung warga

id Embung, giwangan, Taman Pintar Dua

Ilustrasi rencana pembangunan Embung Giwangan dan Taman Pintar Dua di Yogyakarta (Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Rencana pembangunan Embung Giwangan yang nantinya akan menjadi bagian dari pembangunan Taman Pintar Dua mendapat dukungan dari warga di Kelurahan Giwangan Kota Yogyakarta.

“Keberadaan embung yang juga akan menjadi bagian dari Taman Pintar Dua diharapkan bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Yogyakarta bagian selatan. Selama ini, Yogyakarta bagian selatan sepertinya kurang mendapat perhatian untuk pembangunan,” kata salah satu tokoh masyarakat Giwangan Haryanto di Yogyakarta, Senin.

Ia bahkan mengusulkan agar Pemerintah Kota Yogyakarta bisa membuat semacam tim untuk percepatan pembangunan Taman Pintar Dua, khususnya untuk melakukan kajian terkait manajemen lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan.

Ia menyebut, lebar jalan di sekitar lokasi pembangunan tidak terlalu besar sehingga perlu dilakukan upaya manajemen lalu lintas dengan normalisasi simpang sehingga lokasi tersebut tidak muncul sebagai sumber kemacetan baru di Kota Yogyakarta.

Selain manajemen lalu lintas, Haryanto berharap agar Pemerintah Kota Yogyakarta juga memberikan perhatian kepada pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan embung dan Taman Pintar Dua karena akan ada banyak wisatawan yang datang.

“Masyarakat harus siap menerima kunjungan wisatawan. Misalnya dengan pelatihan kuliner atau pelatihan lain yang mendukung. Pelatihan dan pemberdayaan warga tersebut harus dipersiapkan sejak dini,” katanya.

Berdasarkan hasil sosialisasi yang dilakukan akhir pekan lalu, pekerjaan fisik pembangunan Embung Giwangan akan mulai dilakukan pekan depan dan seluruh pekerjaan berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO). Embung dibangun di lahan milik Pemerintah Kota Yogyakarta seluas 3,2 hektare yang saat ini difungsikan sebagai sawah.

Embung Giwangan akan memiliki luas sekitar 1,1 hektare dengan penampang memanjang sekitar 320 meter dan lebar bervariasi antara 15-40 meter dengan volume tampungan sekitar 22.173 meter kubik.

“Sesuai kontrak, pekerjaan pembangunan embung senilai Rp3,5 miliar itu harus dapat diselesaikan dalam waktu 160 hari kerja. Sekitar pekan ketiga Desember sudah harus selesai,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman.

Embung tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, di antaranya tiga buah jembatan dan satu amphiteater di ujung utara. Hanya saja, dalam pembangunan embung, beberapa fasilitas tersebut belum terbangun sempurna.

“Untuk jembatan baru bagian pondasi dan gelagarnya saja, sedangkan untuk amphiteater juga baru pondasi saja,” kata Aki yang menyebut dasar embung akan dibuat lebih alami dengan susunan batu dan kerikil sehingga bisa menjadi habitat ikan yang baik.

Sedangkan Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Aki, akan membangun pagar di sekeliling proyek pembangunan embung. Hanya saja, penawaran lelang pembangunan pagar senilai Rp300 juta tersebut harus dilelang ulang.

“Pada lelang awal, tidak ada peserta yang berminat. Ini sedang dilelang ulang dan mudah-mudahan ada peminatnya. Tujuan pemberian pagar adalah untuk keamanan pekerjaan dan keamanan warga di sekitar lokasi proyek,” katanya.

Setelah embung selesai dibangun, Pemerintah Kota Yogyakarta akan menindaklanjuti dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung untuk Taman Pintar Dua yang memiliki konsep konservasi air.

Baca juga: DPUPKP Yogyakarta membangun pagar amankan lokasi pembangunan embung

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar