Grab kerja sama Paguyuban Andong dan FKH UGM rawat kuda GrabAndong

id grabandong,andong,grab,malioboro

Grab kerja sama Paguyuban Andong dan FKH UGM rawat kuda GrabAndong

Grab meluncurkan GrabAndong bagi para wisatawan dan pengguna Grab bersamaan dengan Malioboro Night Festival 2019 (Foto Dok. Tim PR Grab)

Yogyakarta (ANTARA) - Grab bekerja sama dengan Paguyuban Andong Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam perawatan kuda yang digunakan untuk GrabAndong.

Sekretaris FKH UGM Dr drh Yuriadi MP menjelaskan kuda yang digunakan untuk andong di GrabAndong merupakan kuda yang perawatannya dijaga ketat oleh Paguyuban Andong DIY.

"Dalam hal nutrisi, setiap harinya kuda diberi porsi pakan yang cukup dan jamu agar stamina tetap terjaga. Jika ada yang sakit, kami senantiasa akan mengecek kondisinya," kata Yuriadi.

Ketua Paguyuban Andong DIY Purwanto mengatakan terkait perawatan kuda, setiap hari kuda selalu diawasi secara intensif, mulai dari perawatan seperti membersihkan kuda, merawat sepatu kuda hingga memandikannya.

"Setiap hari, andong kami jalan maksimal 6-7 jam. Itu pun ketika mereka berhenti, kami selalu memberi air minum," katanya.

Menurut dia, sebagian dari pendapatan yang didapat GrabAndong akan diserahkan ke Paguyuban Andong DIY untuk digunakan dalam bentuk dukungan perawatan kuda.

"Dengan demikian, kuda-kuda yang digunakan untuk GrabAndong dijamin merupakan kuda yang kondisi kesehatannya terjaga dan dirawat," kata Purwanto.

GrabAndong diluncurkan Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi di kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret Malioboro Yogyakarta, Jumat malam.

Peluncuran sarana transportasi lokal yang ikonik yaitu andong menjadi GrabAndong yang ditandai dengan membunyikan lonceng bersama dilanjutkan dengan melihat GrabAndong itu bersamaan dengan Malioboro Night Festival 2019.

Menpar Arief  Yahya mengapresiasi inisiatif Grab yang merupakan kelanjutan dari kemitraan dalam mendukung "Wonderful Indonesia" untuk mendukung peningkatan kualitas moda transportasi lokal ikonik yang dapat memberikan pengalaman baru dan unik serta menjadi daya tarik wisatawan ini.

"Harapannya, dengan dukungan teknologi, semakin banyak wisatawan yang mengunjungi destinasi ini," katanya.

Menpar mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya budaya dan keindahan alamnya dan "Wonderful Indonesia" telah menjadi inisiatif berkelanjutan dari Kemenpar untuk mempromosikan destinasi wisata tersebut.

"GrabAndong dengan dukungan teknologi, semakin banyak wisatawan yang mengunjungi destinasi kawasan Malioboro dan Yogyakarta," kata Arief  Yahya.

Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X menambahkan Yogyakarta tidak cuma menawarkan keindahan dari lokasi-lokasinya, tetapi juga keunikan moda transportasi sehingga membuat wisatawan semakin berkesan.

"Yogyakarta juga menawarkan andong sebagai salah satu transportasi utama yang memikat wisatawan, sehingga wisatawan yang datang memiliki kenangan tersendiri saat ke Yogyakarta," kata Sultan.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan peluncuran GrabAndong merupakan bentuk dukungan Grab untuk melestarikan ragam kekayaan tradisi dan juga budaya Yogyakarta kepada penduduk sekitar maupun wisatawan.

"Kami senang dapat memfasilitasi kebutuhan para wisatawan dan pengguna Grab yang ingin menjelajahi kawasan Malioboro dengan moda transportasi tradisional yang khas berpadukan dengan dukungan teknologi terkini," katanya.

Melalui fitur GrabAndong, Grab berusaha untuk meningkatkan penghasilan dari mitra GrabAndong melalui peningkatan produktivitas mereka.

Selain itu, dengan solusi transportasi yang unik dan nyaman, masyarakat di sekitar destinasi wisata juga dapat memperoleh dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan tersebut.

Saat ini, menurut dia, ada 500 andong yang tersebar di Malioboro. Namun, untuk fase GrabAndong pertama, hanya 26 andong yang terdaftar untuk proyek awal.

"Ke depan, Grab akan menambah lebih banyak mitra pengemudi, yakni sekitar 200 mitra untuk GrabAndong dalam waktu enam bulan ke depan," kata Neneng.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar