Puluhan arsip KAI dipamerkan di Sasana Hinggil Yogyakarta

id KAI, arsip, kereta api

Puluhan arsip KAI dipamerkan di Sasana Hinggil Yogyakarta

Sejumlah arsip milik PT KAI yang dipamerkan dalam Pameran Arsip di Sasana Hinggil Dwi Abad Yogyakarta. (Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Puluhan arsip milik PT KAI berupa foto, salinan peta jalur kreta api, cetak biru bangunan hingga miniatur kereta api dari masa ke masa dipamerkan di Sasana Hinggil Dwi Abad Yogyakarta sebagai bagian dari Pameran Arsip dari Program Studi Kearsipan UGM.

“Arsip tertua yang kami miliki adalah arsip tahun 1864. Namun, untuk pameran kali ini, arsip tertua yang kami tampilkan adalah arsip tahun 1865,” kata Asset Ownership Document and Files Manager PT KAI Ichwan di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, PT KAI harus bekerja keras untuk mewujudkan penataan dan pengelolaan arsip yang baik karena rentang tahun arsip yang harus dikelola cukup panjang yaitu dari masa saat kereta api di Indonesia dijalankan oleh Hindia Belanda hingga saat ini.

Hindia Belanda memiliki pengelolaan arsip yang terdokumentasikan dengan baik serta tertata rapi, namun arsip tersebut kemudian tercerai berai saat Indonesia dijajah Jepang dan kemudian terjadi pergolakan politik di dalam negeri sekitar 1965.

“Sejak saat itu, arsip milik PT KAI hanya dikelola seadanya saja hingga kemudian pada 2009 dibentuk ‘corporate document management’ untuk memperbaiki sistem pengelolaan arsip. Kami melakukan pekerjaan dari minus dan sampai sekarang pun belum selesai,” katanya.

Karena berbagai kondisi dan perubahan situasi di Indonesia, lanjut Ichwan, arsip yang dimiliki PT KAI saat ini belum bisa dikatakan lengkap, bahkan ada saja arsip yang perlu direstorasi karena rusak.

“Kami pun melakukan penelusuran arsip hingga ke Belanda,” katanya.

Saat ini, total arsip yang dimiliki PT KAI mencapai sekitar 400.000 lembar atau jika dijajar bisa mencapai panjang satu kilometer. Seluruh arsip tersebut, meskipun sudah berusia lebih dari satu abad tetap bisa dimanfaatkan.

“Sekitar 50 persen dari total arsip yang kami miliki adalah arsip tentang jalur rel kereta api, jembatan, atau infrastruktur lain. Sisanya adalah arsip tentang aset tanah dan bangunan,” katanya.

Ichwan mengatakan, keberadaan aset sangat membantu PT KAI dalam mengembangkan perusahaan maupun meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya adalah saat reaktivasi jalur kereta api.

“Arsip-arsip tersebut bisa membantu memberikan informasi mengenai jalur lama kereta api serta aset tanah di sepanjang jalur lama tersebut,” katanya.

Selain digitalisasi terhadap arsip yang sudah ada, Ichwan mengatakan, peran arsip akan ditingkatka sebagai dasar pengolahan data untuk mendukung pengambilan kebijakan perusahaan. “Data-data yang dimiliki ini diolah untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Ini yang justru menjadi tantangan saat ini,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Pameran Arsip Waluyo mengatakan, pameran arsip merupakan kegiatan rutin tahunan dengan tema yang berbeda-beda dan pada tahun ini tema yang ditampilkan adalah kereta api.

“Masyarakat Indonesia belum memiliki kesadaran yang baik untuk mengelola arsip. Kami berharap, melalui pameran ini maka kesadaran untuk mengelola arsip bisa tumbuh di masyarakat,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar