BPBD Sleman dirikan dapur umum untuk relawan angin kencang

id Dapur umum,Tagana,BPBD Sleman,Bencana angin kencang,Kabupaten Sleman,Sleman

BPBD Sleman dirikan dapur umum untuk relawan angin kencang

Tagana dan PKK Desa Sendangrejo, Minggir Sleman menyiapkan konsumsi di dapur umum untuk relawan yang membantu melakukan penanganan terhadap dampak bencana angin kencang di wilayah setempat. (ANTARA/ HO/ BPBD Sleman)

wilayah Kecamatan Minggir menjadi daerah yang terdampak paling banyak. Yakni ada sepuluh titik.
Sleman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendirikan dapur umum mulai Senin ini untuk menyiapkan konsumsi bagi relawan yang melakukan penanganan dampak bencana angin kencang di Kecamatan Minggir pada Minggu (8/12).

"Hari ini untuk konsumsi relawan dioperasionalkan dapur umum Tagana Sleman di Desa Sendangrejo, Minggir yang merupakan lokasi yang terdampak angin kencang paling parah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Senin.

Menurut dia, konsumsi yang disiapkan sebanyak 200 porsi untuk relawan yang turun melakukan pembersihan pohon tumbang maupun membantu memperbaiki rumah warga yang rusak.

Baca juga: Angin kencang terjang sejumlah titik di Sleman sebabkan tiga luka

"Bahan logistik dapur umum dari BPBD Sleman, sedangkan pelaksana dapur umum dari Tagana dan PKK Desa Sendangrejo," katanya.

Seperti diberitakan, hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman, pada Minggu (8/12) siang, hingga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, rumah rusak, dan tiga orang mengalami luka.

"Angin kencang juga mengakibatkan tower dan pengeras suara masjid patah, tower antena patah, jaringan listrik rusak dan jalan terhalang pohon tumbang.

Makwan mengatakan, ada sembilan kecamatan di Sleman terdampak angin kencang yakni Kecamatan Tempel, Prambanan, Kalasan, Depok, Minggir, Cangringan, Seyegan, Berbah, dan Sleman.

Baca juga: Pelatih Persib puas raih satu poin di kandang PSS Sleman

Ia mengatakan, wilayah Kecamatan Minggir menjadi daerah yang terdampak paling banyak. Yakni ada sepuluh titik. Kemudian Prambanan ada sembilan titik dan Berbah ada enam titik.

"Namun kami belum menaksir berapa kerugian materi akibat kejadian tersebut," katanya.

Ia mengatakan, selain itu bencana angin kencang juga mengakibatkan tiga orang luka.

"Korban luka tertimpa reruntuhan/genting Ngadino (60) mengalami luka ringan di kepala. Ny Miatun (57) luka di kepala. kondisi masih lemas," katanya.

Kemudian Taupik (12) tertimpa pohon, dirujuk dari Puskesmas Minggir, ke RSUP Sardjito, saat ini masih menunggu 'cityscan', karena kondisi anak tidak sadar penuh.

"Ketiga korban merupakan warga Kecamatan Minggir," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar