Stasiun Tugu memanfaatkan bantalan rel bekas untuk taman

id Stasiun Tugu, bantalan rel bekas,taman

Stasiun Tugu memanfaatkan bantalan rel bekas untuk taman

Pemanfaatan bantalan rel kayu bekas untuk taman di Stasiun Tugu Yogyakarta (Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Stasiun Tugu Yogyakarta memanfaatkan bantaran rel kayu yang sudah tidak lagi digunakan untuk mendukung usaha memperindah suasana stasiun dengan dipakai untuk taman.



“Kami manfaatkaan menjadi pagar taman. Di tiap bantalan rel itu ditempatkan pot berisi tanaman. Harapannya, suasana di lingkungan stasiun semakin asri dan indah,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Kamis.



Selain memberikan sentuhan suasana yang asri di lingkungan stasiun, lanjut Eko, pemanfaatan bantalan rel kayu yang sudah tidak terpakai tersebut justru akan meningkatkan nilai guna bantalan yang selama ini hanya ditumpuk begitu saja.



Menurut Eko, bantalan rel kayu tersebut merupakan barang milik negara dan tidak bisa dimusnahkan sehingga hanya bisa disimpan.



“Jika disimpan terus menerus, maka kondisi bantalan kayu ini akan rusak. Oleh karenanya, lebih baik dimanfaatkan untuk kebutuhan lain,” katanya.



Ia mengatakan, program pemanfaatan bantalan rel kayu bekas tersebut tidak hanya akan dilakukan di Stasiun Tugu Yogyakarta saja tetapi juga akan diperluas di stasiun lain yang ada di wilayah kerja PT KAI Daop 6 Yogyakarta.



Selain melengkapi stasiun dengan taman, upaya untuk memperindah suasana di kawasan Stasiun Tugu juga dilakukan dengan penataan pedestrian, seperti di sepanjang pintu sisi selatan atau di Jalan Pasar Kembang.



Trotoar dari Stasiun Tugu Yogyakarta tersebut terhubung langsung dengan destinasi utama wisata di Kota Yogyakarta, Malioboro. Di sepanjang Jalan Pasar Kembang juga sudah diberi marka biku-biku yang berarti daerah larangan parkir.



“Kondisi trotaor sudah bagus. Kami di Daop 6 Yogyakarta tidak hanya ingin fokus pada peningkatan sisi pelayanan saja tetapi juga meningkatkan suasana stasiun agar nyaman. Sesuai slogan Yogyakarta berhati nyaman,” katanya.



Eko mengatakan, hal tersebut dilakukan karena Yogyakarta adalah daerah tujuan wisata sehingga menjaga keindahan wajah stasiun yang menjadi salah satu pintu masuk bagi wisatawan sangat penting dilakukan.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar