ANTARA di negeri Antara

id Bangkit Sumatera,Bangkit Sumatra,Revitalisasi pasca bencana Aceh,Revitalisasi pasca bencana Aceh Tengah,Negeri Antara,An Oleh Fajar Satriyo

ANTARA di negeri Antara

Kondisi pasca banjir di kampung Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Selasa (17/02/2026). ANTARA/FAJAR SATRIYO.

Aceh Tengah (ANTARA) - Dalam kondisi diguyur hujan deras, setidaknya perlu waktu sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kabupaten Biereuen ke Kabupaten Aceh Tengah.

Namun, dalam kondisi ruas jalan yang sebagian masih longsor dan akses jembatan terputus, kini akses Biereuen ke Aceh Tengah harus ditempuh memutar.

Jarak tempuh bertambah sejauh 104 kilometer sehingga memakan waktu perjalanan lebih lama 3,5 jam via kendaraan mobil.

Jalur lintas belum berfungsi dengan normal karena di sebagian akses jalan terdapat endapan lumpur maupun jalan longsor.

Tim ANTARA memasuki Aceh Tengah disambut kabut pekat di siang bolong.

Suhu di aplikasi Google Weather menunjuk 19 derajat celcius dengan kelembapan 95 persen. Suhu dingin yang tak mengejutkan untuk negeri Antara, julukan Aceh Tengah, yang disebut sebagai negeri di atas awan.

Negeri Antara merupakan istilah yang digunakan sebagian masyarakat untuk merujuk daerah pemukiman yang terletak tepat di tengah provinsi Aceh meliputi Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Kawasan dari tiga kabupaten tersebut menjadi bagian dari Dataran Tinggi Gayo.

Baca juga: Kemenag salurkan bantuan Rp19,3 miliar untuk pemulihan pascabencana Aceh

Mayoritas penduduk di negeri Antara notabene didominasi oleh suku Gayo meski kini juga terdapat suku-suku lain karena program transmigrasi.

Aceh Tengah yang mempunyai luas 4.454,04 km persegi, berketinggian antara 200-2600 meter di atas permukaan laut dengan geografi yang dipisahkan oleh Danau Lut Tawar.

Eksotisme Danau Lut Tawar langsung menyambut kami dengan bentangan air biru, barisan berbukit hijau dan mendung putih serupa gugusan kapas yang menggumpal di langit.

Hukum wajib tidak tertulis ketika memasuki Takengon, ibukota kabupaten Aceh Tengah, adalah mencicipi cita rasa kopi Gayo yang rasanya sudah dicecap oleh lidah masyarakat seluruh dunia.

Kopi Gayo khususnya arabaika merupakan produk ekspor andalan negeri Antara yang telah merambah Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Belanda, Italia dan Denmark. Juga pasar Asia Tengah maupun Asia Timur.

Jika sempat ke Takengon selain mampir mencicipi barang wajib diminum yakni kopi Gayo, sempatkanlah juga untuk melihat tradisi pacuan kuda.

Baca juga: Para penyintas banjir nyaman di huntara Pidie Jaya


Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.