FPB bakti sosial bedah rumah peringati HPN 2020

id bupati bantul,suharsono,fpb

FPB bakti sosial bedah rumah peringati HPN 2020

Bupati Bantul Suharsono (kemeja batik) mengunjungi lokasi program bedah rumah Forum Pewarta Bantul di Dusun Polaman Desa Triwidadi Bantul dalam ranga peringatan HPN 2020 (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Puluhan wartawan, baik media cetak maupun elektronik yang tergabung dalam Forum Pewarta Bantul, bakti sosial berupa bedah rumah di Dusun Polaman, Desa Triwidadi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2020.

Bakti sosial bedah rumah FPB di rumah Suharni itu, mendapat dukungan dari Humas dan Protokol, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Bupati dan Wakil Bupati Bantul, yang selama ini sudah menjalin mitra dengan para wartawan dalam tugas-tugas jurnalistik di wilayah Bantul.

Bupati Bantul Suharsono saat menghadiri undangan FPB dalam aksi sosial itu, memberikan apresiasi atas kepedulian para jurnalis yang bertugas di wilayah Bantul terhadap salah seorang warganya.

"Kepada Pak Dukuh, saya harap kalau ada warga yang mengalami kesulitan silakan melaporkan ke pemerintah atau saya, agar kita upayakan bantuan," kata Bupati Suharsono di sela menyerahkan bantuan berupa barang elektronik agar bisa bermanfaat keluarga Suharni.

Ia mengatakan berdasarkan keterangan Dukuh Polaman, ternyata Suharni tidak memiliki identitas atau kartu tanda penduduk (KTP), sehingga memang selama ini hal tersebut menjadi kendala untuk mengakses bantuan dari program pemerintah daerah.

"Namun tadi sudah disampaikan bahwa dari Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Bantul akan membantu pembuatan KTP, karena itu saya minta agar didata nama identitas, agar kita bantu membuatkan," katanya.
 
Bupati Bantul Suharsono (kemeja batik) mengunjungi lokasi program bedah rumah Forum Pewarta Bantul di Dusun Polaman, Desa Triwidadi, Bantul dalam ranga peringatan HPN 2020. ANTARA/Hery Sidik


Dukuh Polaman Sutarjan mengatakan Suharni tinggal seorang diri di bangunan tidak layak sebelah rumah kerabat. Perempuan baya tersebut juga lumpu dan diurusi kerabatnya setelah dijemput dari salah satu rumah sakit di Yogyakarta, sekitar tiga tahun lalu.

"Dulu sempat dibawa ke rumah sakit oleh Dinsos, dan bilang punya saudara di sini (Polaman, red.), kemudian kita jemput dan kondisi sudah seperti itu (lumpuh, red.) tiga tahun lalu. Dengan aksi dari teman FPB ini sangat membantu sekali, dan rumah akan dibangun di samping rumah saudaranya," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar