Sungai Manunggal Yogyakarta meluap dan robohkan talut

id Sungai manunggal,meluap,hujan lebat,talut,roboh,BPBD Yogyakarta

Sungai Manunggal Yogyakarta meluap dan robohkan talut

Kondisi Sungai Manunggal di Yogyakarta usai hujan lebat. (FOTO ANTARA/HO-BPBD Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur Kota Yogyakarta sekitar pukul 14.15 WIB menyebabkan talut sepanjang enam meter di Sungai Manunggal yang berada di Kampung Klitren, Kecamatan Gondokusuman jebol sehingga air menggenangi permukiman.

“Kejadian di Klitren disebabkan talut Sungai Manunggal jebol. Akibatnya, air sungai pun masuk ke permukiman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Rabu.

Kerusakan talut di Sungai Manunggal tersebut, lanjut dia, dimungkinkan disebabkan program penataan sungai yaitu M3K (mundur, munggah, madep kali atau mundur, naik dan menghadapkan bangunan ke sungai) belum tuntas.

“Petugas dibantu relawan melakukan ‘assessment’ dan penanganan sementara terhadap berbagai infrastruktur yang rusak akibat hujan lebat,” katanya.

Hari mengatakan warga terdampak membutuhkan bantuan berupa karung penahan air, pompa, pakaian, dan kebutuhan logistik.

Menurut dia, BPBD Kota Yogyakarta masih terus melakukan pendataan terhadap laporan kejadian yang masuk ke posko usai hujan lebat yang tidak hanya mengguyur Kota Yogyakarta saja tetapi terjadi hampir merata di seluruh wilayah DIY.

Sejumlah laporan yang sudah masuk, lanjut dia, didominasi genangan serta luapan air sungai di beberapa lokasi bahkan di rumah dinas Wakil Wali Kota Yogyakarta yang berada di Jalan Suroto Kotabaru juga sempat tergenang air yaitu di halaman, garasi, dan ruang tamu.

Selain itu, juga dilaporkan terjadi luapan Sungai Buntung di Jatimulyo Kricak yang kemudian menggenangi sejumlah rumah, dan luapan Sungai Manunggal di simpang tiga Jalan Batikan dan Jalan Menteri Supeno, serta genangan di RW 8 Gambiran Pandeyan akibat luapan Sungai Gajah Wong.

“Untuk luapan air sungai dan genangan, biasanya bisa langsung cepat surut dan warga kemudian bergotong royong membersihkan sisa-sisa luapan air,” katanya.

Selain itu, talut Sungai Winongo setinggi 15-20 meter di Jlagran juga dilaporkan longsor. Kerusakan talut tersebut juga berdampak pada kerusakan bagian tepi jembatan yang berada tidak jauh dari lokasi

Sementara itu, Ketua RT 2 Klitren Lor Gondokusuman Darwanto khawatir jika terjadi hujan lebat maka air Sungai Manunggal akan kembali meluap dan menggenangi rumah warga karena talut penahan sudah jebol.

“Genangan terjadi dengan ketinggian bervariasi dan memang cepat surut. Tetapi, warga tetap was-was kalau terjadi hujan lebat maka air sungai akan masuk ke permukiman,” katanya.

Luapan air sungai yang cukup deras tersebut juga sempat menyebabkan sebuah mobil dan mesin cuci terseret arus, demikian Darwanto.
 

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar