Melasti di Bantul akan digelar tanpa seremonial antisipasi COVID-19

id Panitia Nyepi dan Dinpar,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Melasti di Bantul akan digelar tanpa seremonial antisipasi COVID-19

Sekretaris Dispar Bantul dan Panitia Nyepi 2020 Yogyakarta (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa Upacara Melasti sebagai salah satu kegiatan perayaan Nyepi akan tetap digelar di wilayah Pantai Parangkusumo, namun dengan meniadakan acara seremonial sebagai antisipasi meluasnya wabah coronavirus atau COVID-19.

"Untuk kegiatan Melasti yang merupakan salah satu ritual ibadah umat Hindu tetap dilaksanakan dengan mematuhi arahan pemerintah pusat," kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul Annihayah dalam jumpa pers di Bantul, Selasa.

Menurut dia, upacara Melasti yang akan diikuti seluruh umat Hindu Yogyakarta tersebut akan digelar pada 22 Maret 2020 di Pantai Parangkusumo Bantul. Panitia Nyepi 2020, lanjutnya bersedia melaksanakan dengan meniadakan seremonial atau kerumunan massa demi menjaga kesehatan masing-masing.

"Sehingga pada saat ini kegiatan harus sesuai arahan Bupati dan Sekda (Sekretaris Daerah) dan dalam hal pengumpulan massa memang dapat dilaksanakan, tapi sesuai protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pusat," katanya.

Sementara itu, Panitia Nyepi 2020 Yogyakarta AKBP Purn I Nengah Lotama mengatakan bahwa terkait dengan viralnya COVID-19 dan imbauan dari pemerintah, maka pelaksanaan Melasti pada 22 Maret di Parangkusumo meniadakan acara seremonial dan hanya yang terkait dengan ritual saja.

"Tetap dilaksanakannya acara Melasti dengan mempertimbangkan bahwa acara tersebut untuk kalangan sendiri, acara dilakukan di alam terbuka dengan sirkulasi udara yang bebas dan cahaya matahari cukup, serta secara spiritual Melasti dapat membersihkan segala sumber macam penyakit," katanya.

Dia mengatakan, kalau biasanya kegiatan Melasti di Parangkusumo dilaksanakan dengan diawali seremoni perjalanan massa umat Hindu dari lapangan menuju pantai, akan tetapi pada tahun ini tidak diadakan, sehingga yang merayakan langsung menuju pantai.

"Tetap ada ritual dan langsung acara, kemudian ada sambutan terbatas. Dalam Upacara Melasti juga ada tim kesehatan dan pendampingan. Untuk target (peserta), kami tidak bisa menentukan, namun kalau kemarin sekitar 2.000 sampai 3.000 orang," katanya.