Layanan "drive thru" cetak e-KTP Yogyakarta dibuka tiga hari per pekan

id cetak e-KTP, drive thru,yogyakarta

Layanan "drive thru" cetak e-KTP Yogyakarta dibuka tiga hari per pekan

Persiapan layanan “drive thru” cetak e-KTP karena rusak atau hilang oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta. (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta memutuskan untuk membuka layanan “drive thru” pencetakan kartu tanda penduduk elektronik selama tiga hari dalam sepekan.

“Layanan akan dimulai besok, 1 Juli, tetapi untuk pekan depan akan dimulai pada Selasa hingga Kamis. Layanan dibuka pukul 09.00-12.30 WIB dan rencananya, layanan ini akan dibuka sampai November,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta Bram Prasetyo di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, halaman parkir kompleks Balai Kota Yogyakarta dinilai menjadi tempat yang paling aman dan strategis untuk menggelar layanan “drive thru” tersebut, yaitu tidak akan mengganggu arus lalu lintas seperti jika layanan dibuka di tepi jalan besar.

Dalam layanan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta menggunakan mobil keliling untuk layanan administrasi kependudukan dengan dua petugas.

Pembukaan layanan “drive thru” tersebut, lanjut Bram, juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan dokumen kependudukan dalam kondisi fisik yang baik.

“Rata-rata sehari kami bisa melayani pencetakan hingga 200 e-KTP. Jumlahnya sangat banyak. Makanya, untuk memecah antrean dibuka layanan drive thru,” katanya.

Pencetakan e-KTP untuk kartu yang rusak atau hilang, lanjut dia, tidak membutuhkan banyak dokumen pendukung sehingga bisa dilakukan verifikasi dengan cepat.

Untuk e-KTP yang rusak, warga cukup menyertakan Kartu Keluarga (KK) dan e-KTP yang rusak, sedangkan untuk e-KTP yang hilang wajib menyertakan surat kehilangan dari kepolisian.

Proses layanan cetak e-KTP secara “drive thru” tersebut diperkirakan memakan waktu tiga menit per pemohon, asalkan dokumen lengkap. “Kami akan siapkan petugas di ujung jalan masuk untuk memeriksa kelengkapan dokumen supaya proses verifikasi dan pencetakan lancar,” katanya.

Selama pelayanan, Bram memastikan, protokol kesehatan akan diutamakan yaitu petugas mengenakan masker dan sarung tangan serta penerimaan dan penyerahan dokumen menggunakan alat perantara. “Kami pakai semacam jaring, supaya mengurangi kontak langsung,” katanya.

Ia memperkirakan, mampu mencetak sekitar 60 hingga 100 keping e-KTP per hari melalui layanan “drive thru”. “Ketersediaan blanko e-KTP sangat mencukupi. Masih ada sekitar 2.000 keping dan kami akan mintakan tambahan lagi,” katanya.

 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar