Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada masa pandemi COVID-19 masih positif berkisar di atas 3 persen meski di DIY pada triwulan pertama minus 0,17 persen.
Kabag Perekonomian Setda Kulon Progo Adnan Widodo di Kulon Progo, Senin, mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi di atas 3 persen, yakni pada 2019 pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 7,51 persen, sedangkan di Kulon Progo mencapai 10,84 persen, sedangkan pada triwulan pertama di DIY minus 0,17 persen atau turun 7,68 persen.
"Sehingga, kami asumsikan dan proyeksi pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo dari 10,84 persen dikurangi 7,68 persen sebesar 3,16 persen," kata Adnan.
Ia mengatakan penurunan pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 ini disebabkan berhentinya pembangunan infrastruktur dalam mega proyek di Kulon Progo, seperti perhotelan hingga pembangunan jalur kereta bandara, serta proyek infrastruktur daerah yang anggarannya terkena refocusing untuk penanganan COVID-19.
"Pada triwulan ketiga ini proyek infrastruktur mulai berjalan kembali. Kami berharap mampu meningkatkan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo supaya tidak minus," katanya.
Adnan juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Kulon Progo bisa diproyeksikan positif dengan meningkatkan daya beli masyarakat. Program bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan non tunai (BPNT), hingga bantuan sosial lainnya dapat mempertahankan daya beli masyarakat pada masa pandemi COVID-19.
"Kami optimistis berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat hingga kabupaten dapat menstabilkan daya beli masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat positif, begitu juga laju inflasi dapat dikendalikan," katanya.
Terkait beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta yang berdampak pada pertumbuhan jasa transportasi, menurutnya belum dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo.
"Tingginya jumlah penumpang atau pengguna jasa penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, karena jasa transportasi belum berkembang sesuai harapan," katanya.
Bupati Kulon Progo Sutedjo optimistis pertumbuhan ekonomi 2020 di Kulon Progo akan positif meski turun bila dibandingkan 2020. Saat ini, pemkab juga menggalakan program padat karya dalam pembangunan infrastruktur di Kulon Progo.
"Kami berharap program padat karya ini mampu menggerakan ekonomi masyarakat dan menggurangi angka pengangguran, serta menjadi benteng daya beli masyarakat pada masa pandemi COVID-19," katanya.
