Ringankan beban warga, LKP Matematika Indonesia bagikan beras

id baksos

Ringankan beban warga, LKP Matematika Indonesia bagikan beras

Pimpinan LKP Matematika Indonesia Setiawan SM menyerahkan bantuan beras dan takjil kepada sopir angkuta (HO-Humas LKP MI)

Yogyakarta (ANTARA) - Dalam suasana Ramadhan, LKP Matematika Indonesia menggelar bakti sosial dengan membagikan beras dan takjil sebanyak 200 paket kepada sopir angkutan kota (angkuta) di Wonogiri serta warga ekonomi lemah yang terdampak pandemi COVID-19.

Kegiatan itu berlangsung di Kantor LKP Matematika Indonesia Pokoh RT 004 RW 001 Kelurahan Wonoboyo Kecamatan/Kabupaten Wonogiri pada Kamis.

Setiawan SM selaku pimpinan LKP Matematika Indonesia menyampaikan turut prihatin dan dapat merasakan dampak dari pandemi COVID-19 bagi keluarga yang kurang mampu, khususnya pekerja harian.

"Oleh karena itu, baksos ini kami harapkan dapat sedikit membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19," kata Setiawan.

Ia menambahkan kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh LKP Matematika Indonesia rutin dilaksanakan setiap tahun termasuk bantuan untuk korban bencana alam.

Baksos oleh LKP Matematika Indonesia dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebelum mengambil bantuan, para sopir maupun warga diwajibkan memakai masker.

Bagi yang belum memakai masker akan diberikan oleh tim dari LKP Matematika Indonesia. Diberikan pula hand sanitizer serta pengecekan suhu badan dan penerapan pembatasan jarak fisik.

Salah satu penerima bantuan sosial Heru Wijanarko Agung (44) sopir angkuta di Wonogiri warga Semin Wetan RT 002 RW 002 Desa Purworejo Kecamatan/Kabupaten Wonogiri mengaku sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan.

Dalam kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini ia menyampaikan keadaan perekonomian sangat sulit sekali.

Ketua Paguyuban Angkuta Wonogiri Suprapto (57) mengatakan bahwa kondisi sebelum pandemi COVID-19 angkuta Wonogiri masih eksis sehingga masih bisa untuk mencari rezeki guna menyekolahkan anak serta mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Namun, setelah kondisi pandemi COVID-19 ini dampaknya sangat luar biasa yaitu pendapatan turun drastis. Dalam sehari mencari uang Rp100.000 susah. Padahal untuk membeli BBM dalam sehari paling tidak Rp50.000.

"Bayangkan uang Rp100.000 untuk beli BBM Rp50.000, sisanya Rp50.000. Dari sisa uang tersebut masih digunakan untuk setoran. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan sekarang tinggal kurang lebih 60 armada yang masih aktif," katanya.

Suprapto mewakili rekan-rekan sopir angkuta Wonogiri berterima kasih kepada LKP Matematika Indonesia yang sudah memberi kontribusi berwujud beras dan takjil kepada sopir angkuta Wonogiri. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat berlanjut.

Kegiatan baksos dihadiri pula oleh anggota dari Polsek Wonogiri Kota serta tim kesehatan dari Puskesmas Wonogiri 1.

Selesai pembagian bantuan sosial kepada sopir angkuta dilanjutkan pembagian kepada juru parkir.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar