Gunung Kidul akan membangun sentra produksi patilo di Kawasan Krakal

id Gunung Kidul,sentra produksi patilo

Gunung Kidul akan membangun sentra produksi patilo di Kawasan Krakal

Kabupaten Gunung Kidul merupakan sentra produksi ketela atau singkong di DIY. (ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan membangun sentra produksi patilo di kawasan Pantai Krakal di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, dalam rangka meningkatkan nilai jual ketela di wilayah ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunung Kidul Kelik Yuniantoro di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan Gunung Kidul merupakan sentra produksi ketela terbesar di DIY, namun harga ketela di tingkat petani cukup rendah.

"Kami mengupayakan ada industri yang mengolah ketela hasil panen petani untuk dibuat patilo. Kami sudah mengajukan permohonan pembangunan sentra industri patilo di kawasan Pantai Krakal kepada Kementerian Perdagangan," kata Kelik Yuniantoro.

Ia mengatakan sentra produksi patilo akan dikonsep seperti taman teknologi pertanian yang memproduksi coklat di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Rencananya pembangunan dilaksanakan di tahun depan dengan pagu anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.

"Hingga saat ini ada lampu hijau untuk membantu pembiayaan dalam pembangunan. Kebutuhan anggaran pembangunan sentra produksi patilo yang kami ajukan sekitar Rp4,6 miliar, tapi untuk kepastiannya masih menunggu informasi secara resmi,” kata Kelik.

Kelik menambahkan pembangunan sentra produksi patilo hanya salah satu program. Disperindag juga memiliki rencana pembangunan pasar tematik wisata di Krakal.

"Mungkin sentra produksi patilo dulu. Setelah itu, pasar tematiknya,” kata Kelik.

Pengembangan kawasan Krakal sudah dilaksanakan sejak 2016 lalu hingga sekarang. Adapun pembangunan dilakukan secara bertahap dan total anggaran yang dikeluarkan sekarang mencapai Rp11,7 miliar.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Haryy Sukmono mengatakan pembangunan memang dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini, pihaknya mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat sebesar Rp1,4 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun kios-kios serta pemasangan lampu penerangan jalan di area parkir di Krakal. “Saat ini sudah dikerjakan,” katanya.

Menurut dia, pembangunan belum sepenuhnya selesai. Meski demikian, Haryy belum bisa memastikan kelanjutan pembangunan karena di tahun ini tidak mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk pembangunan di 2022.

"Berhubung ada program pembangunan pasar tematik wisata di Disperindag, kami tidak mengajukan bantuan ke pusat,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021