Yogyakarta (ANTARA) - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan pengamanan demo sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di sejumlah titik di Yogyakarta, Senin, berlangsung humanis.
"Kami namanya melayani masyarakat tentu harus yang humanis. Salah satunya bahwa pengamanan unjuk rasa itu tidak boleh menggunakan senjata api," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar (Kombes) Yuliyanto di Yogyakarta, Senin.
Berdasarkan pemberitahuan yang diterima Polda DIY, unjuk rasa dipusatkan di dua titik di DIY, yakni di bundaran UGM dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Baca juga: Masyarakat diminta hindari kawasan Monas dan DPR
"Bagi mahasiswa atau masyarakat yang unjuk rasa tidak perlu khawatir bahwa polisi membawa senjata api untuk pengamanan demo, itu tidak ada," ujar Yuliyanto.
Ia mengatakan Polda DIY bersama jajaran polres hingga polsek telah menyiagakan personel, termasuk polwan dengan jumlah yang memadai untuk mengawal aksi unjuk rasa.
Yuliyanto berharap unjuk rasa dapat berlangsung dengan lancar serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain di sekitar lokasi.
"Jumlah personel yang diturunkan cukup untuk mengamankan jalannya unjuk rasa agar mereka bisa terlayani dengan baik, aspirasi berjalan baik, dan tidak mengganggu masyarakat lain yang akan menggunakan lingkungan sekitar lokasi unjuk rasa," kata dia.
Pengalihan arus kendaraan menuju lokasi unjuk rasa, kata dia, memungkinkan dilakukan penyesuaian dengan perkembangan situasi lalu lintas yang ada.
Pantauan ANTARA sejumlah orang dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Peduli Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di bundaran UGM, Kabupaten Sleman, Senin siang
Beberapa tuntutan yang disuarakan adalah menolak penundaan pemilu, menolak masa jabatan presiden tiga periode, turunkan harga minyak goreng dan sembako, usut tuntas mafia minyak, hancurkan oligarki, serta lawan komunisme gaya baru.
"Kami tidak membawa kepentingan politik apa pun dan membawa ormas apa pun. Yang pasti di sini adalah masyarakat Indonesia bersatu padu di sini," kata Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Peduli Indonesia, Dhani.
Hingga pukul 12.30 WIB unjuk rasa berlangsung damai dan arus lalu lintas kendaraan di sekitar bundaran UGM terpantau lancar.
Baca juga: SEMMI membantah Hamdan Zoelva jadi mentor unjuk rasa
