Dinkes Gunungkidul memperkuat pelayanan vaksinasi COVID-19

id COVID-19 ,Gunungkidul

Dinkes Gunungkidul memperkuat pelayanan vaksinasi COVID-19

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/Sutarmi)

Gunungkidul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta memperkuat pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru di wilayah ini.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty di Gunungkidul, Kamis, mengatakan beberapa hari terakhir di Gunungkidul ada lonjakan kasus COVID-19.

"Untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 ini, kami berupaya melakukan penguatan vaksinasi, khususnya vaksin penguat. Saat ini laju capaian vaksinasi COVID-19 melambat. Dosis penguat kedua saja saat ini baru di kisaran 10 persen," kata Dewi.



Menurut dia, rendahnya capaian vaksinasi penguat dosis kedua, karena minat masyarakat sudah turun untuk melakukan vaksinasi. Mereka beranggapan saat ini sudah tidak ada pandemi COVID-19 usai kebijakan PPKM dicabut.

Namun demikian, Dewi tetap meminta agar masyarakat melakukan vaksinasi, karena akan memperkuat daya tahan tubuh di tengah meningkatnya potensi penularan COVID-19 saat ini.

"Kami juga tetap buka layanan dan minta ke pusat untuk tetap menyediakan logistiknya," katanya.

Dewi mengimbau masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Khususnya, selama libur Lebaran, dimana mobilitas mengalami peningkatan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dan dengan mencuci tangan dan memakai masker," katanya.

Dewi mengakui kasus baru COVID-19 di Gunungkidul masih terus dilaporkan. Seperti hari ini dilaporkan ada 6 kasus baru, dengan riwayat 5 orang suspek dan satu orang hasil skrining.



"Sampai hari ini ada 46 kasus aktif, tujuh diantaranya dirawat di rumah sakit," kata Dewi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta mengatakan perkembangan pandemi harus tetap jadi perhatian, terutama mengantisipasi kasus baru.

Ia mengimbau masyarakat, baik warga Gunungkidul, pemudik, hingga wisatawan untuk tetap mengedepankan prokes, karena saat libur Lebaran berpotensi terjadi penularan yang cukup tinggi.

"Kami minta masyarakat tetap mengutamakan prokes," katanya.