Angka kanker serviks tinggi akibat skrining rendah

id Kanker serviks,HPV,Kesehatan,FKUI

Angka kanker serviks tinggi akibat skrining rendah

Guru Besar Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Junita Indarti dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar di Jakarta, Sabtu (19/8/2023). (ANTARA/HO-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI))

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Junita Indarti menyebutkan rendahnya angka skrining yang dilakukan masyarakat mempengaruhi tingginya angka kejadian kanker serviks.

"Tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia dipengaruhi oleh cakupan skrining yang masih rendah," katanya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Junita mengungkapkan data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021,  kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara, yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 17,2 persen dari seluruh kanker pada wanita.

Jumlah tersebut, kata dia, memiliki angka mortalitas yang tinggi sebanyak 21.003 kematian atau 19,1 persen dari seluruh kematian akibat kanker.

Hingga tahun 2021, sambungnya, hanya 6,83 persen perempuan usia 30–50 tahun yang menjalani pemeriksaan skrining dengan metode IVA, sedangkan pada tahun 2023, cakupan skrining kanker serviks di Indonesia hanya mencapai 7,02 persen dari target 70 persen.

"Apabila tidak ditangani dengan efektif, angka kanker serviks meningkat dan menyebabkan beban sosio-ekonomi yang besar serta penurunan kualitas hidup individu," tegasnya.

Junita memaparkan upaya Indonesia dalam percepatan pencegahan kanker serviks berkaitan dengan lima pilar transformasi sistem kesehatan yang mencakup transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan teknologi kesehatan.

Kelima pilar tersebut, kata dia, dapat mendukung dua strategi pencegahan kanker serviks, yaitu pencegahan primer dengan imunisasi vaksin Human Papillomavirus (HPV) dan pencegahan sekunder dengan deteksi dini kanker serviks.
 
 
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Guru Besar FKUI: Rendahnya skrining pengaruhi tingginya kanker serviks
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024